November 1, 2009

REVIEW: SORORITY ROW






































"Sisters for life ... and death."

Halloween kemarin pada kemana guys? Saya seperti biasa cuma dihabiskan di bioskop, tadinya pengen midnight nonton Astro Boy (katanya sih bagus) atau Halloween 2 (biar pas sama hari hehe), tapi koq kemaleman banget, yaudah akhirnya pilihan jatuh ke Sorority Row. Ini juga terpaksa mau karena pacar saya yang maksa pengen nonton gara-gara liat posternya yang 'eye-candy' abis. Hehe.. So, I had no expectations going into this movie but then I was pleasantly surprised at how entertaining it really was. It's typical of teenage slasher film, this film is nothing original, but I must admit that Sorority Row is surprisingly fun slasher flick. Ceritanya lumayan asik untuk diikuti dari awal sampai akhir, cara membunuhnya juga asik, tapi sayang menurut saya film ini bad ending. Sorority Row sendiri bercerita tentang geng Theta Pi, yang beranggotakan sekelompok perempuan muda. Mereka lalu terlibat dalam suatu masalah karena secara tidak sengaja salah seorang teman mereka terbunuh. Mereka pun lalu menutupi kejadian ini dan berencana tidak akan membocorkan pada siapapun karena mereka takut akan dilaporkan kepada polisi dan akan membuat hidup mereka berantakan. Selang beberapa bulan, hidup mereka baik-baik saja, sampai pada hari kelulusan tiba-tiba mereka semua yang terlibat mendapatkan terror menakutkan. Satu persatu mulai dibunuh dengan sadis. Ulah siapakah ini? Silahkan ditonton sendiri guys.. Hehe.. Menurut saya ini jauh lebih bagus dibanding film sejenisnya Black Christmas (2006) atau Prom Night (2008). Sorority Row has a typical slasher film setup, some hokey dialog, and the usual MTV-style direction, but it manages to build some good suspense and action throughout its interesting plot. Also it has some effectively funny moments of dark humor. In addition there's some flashes of nudity thrown in along with some inventive and bloody murder scenes. This film is more than pleased me since I wasn't expecting much. Dari review yang saya baca, remake film Sorority Row ini lebih bagus dibanding pendahulunya, The House on Sorority Row (1983). Well, lumayan deh untuk ditonton, menghibur, apalagi ada nilai tambah untuk para cowok, dijamin mata jadi seger. Jangan mengharapkan lebih dari film ini, tonton saja dan enjoy.. HAPPY SUNDAY!!! :) :) :)




+ komentar + 2 komentar

November 2, 2009 at 10:11 AM

Pengen liat yang seger-seger terutama Briana :P
Kalo dah gini, cerita gak usah digubris hehehehe....

Terimakasih gilasinema atas Komentarnya di REVIEW: SORORITY ROW
November 2, 2009 at 7:51 PM

@ Om Gila : iya lah om, film beginian mana diliat lg ceritanya.. Nikmatin aja.. Apalagi banyak cw sexy, seger deh mata om mahh.. Jamin! Haha..

Post a Comment