November 24, 2009

REVIEW: THE FOURTH KIND





































"There are four kinds of alien encounters. The fourth kind is abduction."

Saya menonton The Fourth Kind di closing INAFFF, sebetulnya saya tidak terlalu tertarik dengan film bertemakan Alien, UFOs, dan sejenisnya. Tapi setelah membaca dan mendengar beberapa good reviews dari teman dan para reviewers luar negeri saya jadi 'gatal' juga apabila tidak menonton. Film ini (katanya sih) diangkat dari kisah nyata di sebuah daerah bernama Nome, Alaska. Nome merupakan daerah yang lumayan sulit dijangkau karena untuk menuju kesana kita tidak dapat menggunakan angkutan darat maupun laut, satu-satunya cara untuk menuju kesana hanyalah melalui udara. Dan katanya di Nome ini banyak sekali kasus orang hilang secara tiba-tiba dan dalam jumlah yang besar, sehingga FBI pun sering mengirimkan orang-orangnya ke Nome untuk mengusut kasus ini. Kasus misterius ini lah yang akhirnya menjadi jalan cerita The Fourth Kind. Awal film dibuka dengan cara yang cukup keren, aktris cantik Milla Jovovich membuka film dengan kata pengantar "I'm actress Milla Jovovich and I will be portraying Dr. Abigail Tyler. What you are about to see is extremely disturbing." Mantappp khan! Haha.. Lalu dari awal sampai akhir film kita selalu disuguhkan footage-footage video secara berdampingan (yang katanya lagi) adalah rekaman asli yang diambil oleh Dr. Abigail Tyler sendiri yang berprofesi sebagai psikolog. Diceritakan bahwa warga Nome mengalami gejala yang hampir sama satu sama lain setiap hari yaitu selalu bangun tengah malam dan merasa diganggui 'sesuatu'. Lalu sebagian dari mereka berkonsultasi dengan Dr. Abigail, yang baru tinggal suaminya karena meninggal dunia. Kematian suaminya ini juga masih menjadi misteri, karena Dr. Abigail yakin kalau suaminya telah dibunuh pada saat sedang tidur. Ia sendiri sadar pada malah pembunuhan itu, namun anehnya ia sama sekali tidak bisa mengingat wajah sang pembunuh. Lalu setelah riset demi riset dilakukan, Dr. Abigail pun mengambil kesimpulan bahwa kematian suaminya ada hubungannya dengan 'curahan hati' para pasiennya. Of course semua berhubungan dengan aliens! Haha.. Sebenarnya saya agak kesulitan untuk me-review The Fourth Kind, karena memang sedikit rumit untuk dijelaskan. Yang pasti dengan diselipkannya rekaman asli video dan audio di film ini, membuat penonton semakin tegang. Terlepas dari asli atau tidaknya bukti-bukti rekaman tersebut. Kalau menurut saya sih sama sekali tidak asli. Semua hanyalah ulah sang sutradara, Olantunde Osunsanmi (what a name!). Karena setelah saya mencoba google-ing mencari bukti tentang keberadaan Dr. Abigail Tyler dll, hasil yang muncul semuanya berhubungan dengan film The Fourth Kind. Tepat seperti yang sudah saya duga! Tapi biar bagaimana pun menurut saya The Fourth Kind berhasil menyajikan tontonan unik dan menarik.





+ komentar + 1 komentar

Anonymous
November 30, 2009 at 9:10 AM

Good review!

Terimakasih Anonymous atas Komentarnya di REVIEW: THE FOURTH KIND

Post a Comment