June 13, 2010

REVIEW: BROTHERS




































"I don't know who said 'only the dead have seen the end of war'. I have seen the end of war. The question is: can I live again?"

Melihat nama ketiga pemeran utamanya saja sepertinya sudah cukup untuk membuat sayatertarik menonton Brothers. Menyenangkan sekali karena bioskop Blitzmegaplex menayangkan film ini, meskipun lumayan terlambat. Better late than never. Brothers sebetulnya adalah sebuah remake dari film Denmark berjudul sama, Brødre (2004). Film tersebut lumayan sukses, sehingga sang sutradara Jim Sheridan tertarik untuk menggarap sebuah remake. Memboyong trio Jake Gyllenhaal, Natalie Portman, dan Tobey Maguire menurut saya adalah sebuah langkah cerdas yang dilakukan Jim. Ketiga nama tersebut bisa menjadi magnet yang menarik orang untuk menyaksikan film ini, terlebih film yang dibalut cerita drama bertema perang biasanya tidak terlalu menjadi favorit. Tadinya saya sedikit ragu dengan penampilan Tobey Maguire disini, mengingat perannya di film-film sebelum ini bisa dibilang biasa saja. Apalagi perannya disini sepertinya sangat menantang. Akan tetapi, selesai menonton film ini saya ternganga. Tobey Maguire sungguh bisa berakting! :)

Brothers bercerita tentang kehidupan seorang kapten marinir bernama Sam Cahill (Tobey Maguire) yang sering ditugaskan ke daerah konflik. Ia mempunyai sebuah keluarga yang bahagia dengan kehadiran seorang istri yang cantik dan amat dicintainya, Grace Cahill (Natalie Portman), serta dua orang anak perempuan yang lucu, Isabelle (Bailee Madison) dan Maggie Cahill (Taylor Geare). Sam juga mempunyai seorang adik lelaki semata wayang yang sering keluar masuk penjara, Tommy Cahill (Jake Gyllenhaal). Pada saat hari-hari terakhir ditugaskan ke Afganishtan, pesawat yang ditumpangi Sam mengalami kecelakaan dan ia langsung dikabarkan meninggal. Mendapat kabar duka tersebut, Grace, Tommy, dan anak-anak Sam sangat sedih dan merasa kehilangan. Dalam kesedihan, Tommy berusaha menghibur keluarga kecil tersebut. Namun ternyata anak-anak Sam sangat menyukai Tommy, mengingat sang ayah memang jarang bisa menemani mereka bermain karena lebih sibuk dengan tugas militernya. Lama kelamaan hubungan Grace dan Tommy menjadi semakin dekat, tumbuh perasaan cinta di hati masing-masing. Tidak disangka, Sam ternyata masih hidup! Segalanya menjadi kacau balau karena mental Sam memang masih sedikit terganggu karena trauma yang dialaminya di Afganistan dan tiba-tiba sekarang ia malah berada di situasi menyakitkan karena istri dan adik yang sangat disayanginya berselingkuh. Meskipun keadaan memang sangat rumit bagi mereka.

Akting Tobey Maguire patut diacungi dua jempol. Sepertinya Tobey mati-matian membangun karakternya dalam film ini, terlihat dari bentuk fisiknya yang lebih kurus dan pucat. Ekspresi yang ditampilkan juga terlihat sangat mantap, berbeda dengan Tobey yang kita ketahui biasanya. Tobey Maguire sudah menunjukkan taring disaat karir Hollywood-nya semakin redup. Semoga dengan ini karir Tobey tidak lantas tenggelam, karena ia sungguh bisa berakting dan bermain baik. Natalie Portman bermain seperti biasa, baik dan cantik tanpa cela. Begitu juga dengan Jake Gyllenhaal yang kian hari kian memantapkan langkah kakinya di jalur perfilman Hollywood. Beberapa tahun kedepan mungkin nama Jake akan bisa disejajarkan dengan para senior seperti Leonardo DiCaprio, mungkin saja. Brothers sendiri tidak mempunyai plot cerita yang terlalu istimewa, ceritanya sendiri sudah tertebak sejak awal. Akan tetapi emosi kita seakan diajak naik turun seperti rollercoaster ketika menyaksikan film ini. Ini merupakan film yang kelam, film kedua setelah The Road (2009) yang sukses membuat saya sedikit depresi usai menonton tahun ini. Saya sendiri sangat tersentuh dengan akting para pemainnya, apalagi pemain cilik dalam film ini. Hebat sekali mereka!





+ komentar + 6 komentar

June 13, 2010 at 5:34 PM

agreed gab,
gue termasuk org yg sangat menunggu film ini gab, dan i felt sooo happy waktu blitz muterin,
it's Sheridan's movie dan ada nama Maguire didalemnya,and Maguire backs to his roots! yay!
Kalau lo pernah nonton Cider House Rules ataupun Wonder Boys yg taun 2000an sebelum booming Spiderman, Maguire memang lebih suka main di film2 yg indie, dan he's sooooo talented at that time, sayang Spiderman mengubah segalanya, hiks, gue bahkan ngeliat ada kecenderungan Gordon Levitt menuju jalur yang sama kayak Maguire,huhuhu
back to the movie,Brothers memang menyentuh,dan film ini sukses mengingatkan gue pada Maguire zaman dulu ini, akting dia menenggelamkan yg lain,
and Gylenhaall sepertinya lebih oke bermain film2 Bay instead of Sheridan :jahat:

Terimakasih Movietard atas Komentarnya di REVIEW: BROTHERS
June 13, 2010 at 8:24 PM

Thanks u/ review nya, Gabby.

Adegan yg memorable : adegan di meja makan kakek, anak & cucu semua berkumpul dan merupakan titik kulminasi meledaknya emosi Toby.

Terimakasih Chien Ming atas Komentarnya di REVIEW: BROTHERS
June 15, 2010 at 10:27 AM

tapi Brothers agak sedikit mirip ceritanya sama Pearl Harbour. iya engga sih ka?

Terimakasih Lady Arianne Bernadi atas Komentarnya di REVIEW: BROTHERS
June 15, 2010 at 2:33 PM

@ Lady: iya rada mirip sih inti2 ceritanya, tp jauhhh lebh depressive.. :)

nadanada
June 19, 2010 at 1:16 AM

gw boleh kan ngeliatnya dari posisi perang..

amerika pinter banget ya bikin film yang menempatkan mereka sebagai "korban" padahal didunia nyata semua orang Afganistan lah yang teraniyaya. ckckck
ini membuat kita sebagai generasi muda semakin "tertutup matanya" o/ kekejaman amerika.

liat aja pada saat Toby sedang disandera.. orang AS datang dengan berputuh2 helicopter dan membunuh org Afganistan (yg dalam film ini tentunya sebagai pemeran antagonis).

terlihat jelas siapa yang sebenarnya jahat!? bahkan saat mereka mencoba mengambil hati generasi muda seperti kita!

Terimakasih nadanada atas Komentarnya di REVIEW: BROTHERS
dintha yuneza
June 19, 2010 at 3:16 PM

huaaaa sediihhhh aku gak sempet nonton ini di blitz kmrn pas di jakarta
hiks hiksss
masuk list klo dvd nya uda keluar aja deh gab..
T.T

Terimakasih dintha yuneza atas Komentarnya di REVIEW: BROTHERS

Post a Comment