May 19, 2009

REVIEW: ANGELS & DEMONS






































"The holiest event of our time. Perfect for their return."

Wahh akhirnya kesampaian juga nonton film Angels & Demons, tadinya rencana pengen nonton pas di hari pertama main, 15 Mei kemarin, tapi selalu aja ada halangan. Ehh pas sabtunya mau nonton midnight show, rumah saya malah mati lampu selama 17 jam!!!! Hari Minggu jam 4 sore baru nyala, huhu.. Sukses banget deh bikin saya ga mood nonton! Tapi finally, nonton juga deh! Angels & Demons adalah lanjutan dari film The DaVinci Code (2006), sama" diangkat dari novel laris fenomenal karya Dan Brown yang banyak menuai pujian sekaligus kontroversi di sana-sini. Masih ingat khan dengan film The DaVinci Code yang begitu banyak menuai kecaman dari berbagai kalangan, khususnya para pemuka agama Katolik, bahkan waktu tayang di bioskop Indonesia, ada teks yang tidak dicantumkan pada saat terjadi percakapan yang dianggap sensitif bagi umat pemeluk agama Katolik. Beberapa negara bahkan melarang film ini untuk tayang di negara mereka. Kini, Angels & Demons bermain lebih 'ringan', mungkin agar tidak mengulang hal serupa. Ceritanya masih tentang Professor Robert Langdon (Tom Hanks), kali ini ia ditugaskan oleh pihak CERN (Conseil Europeen pour la Recherche Nucleaire), sebuah Organisasi Penelitian Nuklir Eropa, bekerja sama dengan tim kepolisian Swiss Guard untuk menyelidiki sebuah pembunuhan, yang nantinya akan membuka tabir mengenai pembunuhan empat kardinal dan penghancuran gereja St. Peter's Basilica. Well, ini termasuk recommended movie sih menurut saya. Banyak yang bilang bagus banget, ada juga yang bilang biasa aja, kalau menurut saya pribadi sih bagus (ga pake banget), yaa bagus aja. Hehe.. Tom Hanks yang kembali berperan sebagai Robert Langdon menurut saya telah melakukan tugas dengan baik, malah lebih baik dibandingkan dengan di The DaVinci Code, meskipun banyak pihak yang bilang kalau Om Tom ga cocok meranin karakter Robert Langdon. Jangan gitu dong, saya fans beratnya Tom Hanks nih! Hihihi.. Ohh yaa, akting Ewan McGregor sebagai Camerlengo Patrick McKenna juga oke banget lho! Btw, saya sendiri belum baca novelnya, jadi tadi nontonnya pun tanpa beban, enjoy aja. Cuma emang menurut saya bagian ending kurang 'greget' dikiiittttt, rada ketauan gitu. Kalau yang sudah baca novelnya pasti banyak ngerasa kurang, pokoknya serba kurang deh, tapi hal itu musti dimaklumi, karena bikin film adaptasi novel itu memang susah lho guys, kalau kamu mau adanya penjelasan yang lebih mendetail yaa silahkan beli dan baca novelnya. Then, yang saya suka lagi dari film ini adalah pemandangannya yang luar biasa, cantik banget! Didukung dengan soundtrack yang mantap pula, lengkap deh.












































+ komentar + 2 komentar

May 21, 2009 at 5:49 PM

ada yg berubah pada rambut si robert langdon,udah mendingan drpd seri pertamanya yg gaya rambut jadul banget, depan pendek blkng malah panjang,dr novelnya emang A & D lebih seru, meski kisah aslinya prekuel di film jd sekuel tp ron howard tetep jagonya bikin film adaptasi buku.

Terimakasih singgihpermana atas Komentarnya di REVIEW: ANGELS & DEMONS
May 21, 2009 at 10:46 PM

iya memang mustinya yang duluan dibikin film Angels & Demons, tp krn novel lebih laris yang DaVinci Code yaudah akhirnya ini belakangan.. hehe.. soal gaya rambut saya setuuujuuuu, disini hanks lebih muda dan intelek keliatannya.. :)

Post a Comment