December 10, 2009

SHORT JIFFEST MOVIE REVIEWS: MAMMOTH, COCO AVANT CHANEL, EVERLASTING MOMENTS, & LOVE THE BEAST






































Mammoth adalah film tentang sebuah keluarga kecil yang setiap individunya mempunyai masalah dan pemikiran masing-masing. Bukan hanya di dalam film ini saja, di keluarga dan orang-orang sekeliling kita pun pasti mempunyai jalan pikirannya sendiri. Film ini memperlihatkan kita bagaimana suatu masalah dilihat dari sudut pandang yang berbeda-beda. Gael Garcia Bernal dan Michelle Williams cukup cocok bermain sebagai sepasang suami istri muda di jaman modern seperti sekarang, meskipun di film ini mereka lebih banyak berada dalam frame berbeda. Sang anak yang diperankan Sophie Nyweide sangat lucu dan menggemaskan, bisa jadi saingan anak-anak lain di Hollywood nih! Mammoth bukan hanya drama keluarga seperti film biasa, cerita yang simple dan tidak biasa ini lah yang mengandung banyak pelajaran yang bisa kita petik dalam kehidupan. Bagi sebagian orang mungkin akan bosan karena durasi yang panjang, tapi kalau dihayati, film ini mengandung esensi kehidupan yang sebenarnya.







































Sedikit kecewa! Saya berharap kalau film ini akan menampilkan sisi seorang Gabrielle Chanel yang dengan susah payah membangun usaha fashionnya menjadi sebuah brand fashion raksasa dunia. Tapi ternyata film ini malah hanya menyuguhkan sisi percintaaannya saja. Saya tidak bilang kalau film ini jelek, hanya saja tidak sesuai dengan ekspektasi saya. Percintaan disini juga tidak istimewa, malah sedikit membosankan dan monoton untuk saya. Mungkin karena saya selalu menanti kapan sisi fashionnya akan diselipkan, ternyata sangat sedikit sekali. Tapi seperti biasa, Audrey Tatou tampil sangat brilian disini, pas sekali memerankan tokoh Coco Chanel. Harapan yang terlalu besar lah yang sepertinya membuat saya kecewa dengan Coco Avant Chanel.







































Film Swedia ini bercerita tentang kehidupan seorang wanita bernama Maria Larsson (Maria Heiskanen) yang memenangkan undian lotere berhadiah sebuah kamera. Karena tidak tahu cara penggunaannya kamera tersebut hanya disimpan di lemari. Bertahun-tahun kemudian ketika sudah menikah dengan Sigfrid Larsson (Mikael Perstbrandt) dan mempunyai beberapa orang anak, Maria dan keluarga mengalami kesulitan ekonomi. Secara tidak disengaja Maria menemukan kamera yang dimenangkannya dulu, lalu ia berencana untuk menjualnya. Akan tetapi nasib berkata lain. Ternyata dari kamera tersebut akhirnya Maria berhasil meringankan beban keluarganya dengan hasil fotonya yang luar biasa. Film keluarga yang indah kalau menurut saya. Dengan pendalaman tiap karakter yang sangat detail, membuat kita merasa mengenal karakter dalam film ini, terutama Maria Larsson. Gambar film ini pun terasa sangat klasik dan indah dengan nuansa warna sephia. Menurut saya film ini cantik, klasik, dan didukung dengan sentuhan vintage yang indah.







































Love the Beast ini film dokumenter yang bercerita tentang Eric Bana dan mobil kesayangannya, Beast. Disutradarai langsung oleh Eric sendiri. Film ini menyajikan kehidupan seorang Eric Bana yang terobsesi dengan dunia balap dan sangat mencintai mobil Ford Falcon XB Coupe yang dibelinya sejak berusia 15 tahun. Ikatan yang sangat erat antara ia dan mobilnya itu dibeberkan dengan jelas disini. Dari waktu ia belum menjadi artis Hollywood terkenal, Beast (re: nickname mobil Eric) lah yang setia menemani. Saya suka dengan film ini, karena mungkin saya juga suka dengan Eric Bana. Kalau kamu kurang suka dengan dunia otomotif dan tentunya Eric Bana sendiri, saya tidak menyarankan untuk menonton film ini. Meskipun sebenarnya di film ini ada makna bagus yang dapat diambil yaitu kecintaan seseorang dengan benda mati. Sebuah benda yang mempunyai sejarah khusus dengan kita, ikatan yang sangat kuat dan tidak dapat digantikan dengan apapun. Saya sangat suka dengan segmen obrolan Eric dengan Jay Leno dan Dr.Phil McGraw disini, sangat inspiratif sih menurut saya. Overall, saya sangat menikmati sekali. :)

+ komentar + 5 komentar

December 11, 2009 at 10:29 AM

Pengen banget liat Everlasting Moments. Temanya terharu :P
Kalo Mammoth kurang begitu tertarik. Gak tau kenapa belum bisa suka sama Gael

Terimakasih gilasinema atas Komentarnya di SHORT JIFFEST MOVIE REVIEWS: MAMMOTH, COCO AVANT CHANEL, EVERLASTING MOMENTS, & LOVE THE BEAST
December 11, 2009 at 10:30 AM

Eh..ada yang kurang ketik, maklum udah tua hehehe. Maksudnya "temanya kayaknya bakalan membuatku terharu"

Terimakasih gilasinema atas Komentarnya di SHORT JIFFEST MOVIE REVIEWS: MAMMOTH, COCO AVANT CHANEL, EVERLASTING MOMENTS, & LOVE THE BEAST
December 11, 2009 at 11:43 AM

@ om gila : kenapa koq ga suka gael? hehehe.. kalau aku sih suka2 aja, ganteng soalnya.. buahahaha..

everlasting moments bagus, tapi panjang juga filmnya sekitar 135menit..

duhhh aku baca2 lagi ini review borongan kmrn ancur bangetttt.. haha.. nulisnya jam 3 pagi, jadi udah sepet2 matanya.. :p

December 12, 2009 at 1:21 PM

Gak ancur kok. Masih enak dibaca. Aku tuh yang salah ketik.
Gael masih kalah cakep ma....(gak enak ngomongnya)

Terimakasih gilasinema atas Komentarnya di SHORT JIFFEST MOVIE REVIEWS: MAMMOTH, COCO AVANT CHANEL, EVERLASTING MOMENTS, & LOVE THE BEAST
December 12, 2009 at 3:14 PM

@ om gila : pasti sama situ kan maksudnya.. Huahaha..

Post a Comment