July 19, 2009

REVIEW: HARRY POTTER AND THE HALF-BLOOD PRINCE






































"How grand it must be to be the Chosen One"

I must be honest that I don't really like Harry Potter movie this time. Too much drama. Tapi yaa seperti yang selalu saya bilang di blog ini kalau masalah film itu tergantung selera masing-masing orang. Kalau misalnya saya penggemar berat Harry Potter pastinya saya akan bilang kalau ini bagus sekali, tapi pada kenyataannya saya bukan penggemar fanatik Harry Potter. Dan satu hal lagi, saya belum pernah sekalipun baca novelnya! Yeah, you can call me 'ga gaul', whatever.. Haha.. So, kalau masalah berhasil atau tidaknya film ini membawa esensi novelnya kedalam film, saya tidak bisa komentar apapun. Harry Potter and the Half-Blood Prince bercerita tentang Harry Potter (Daniel Radcliffe), Ron Weasley (Rupert Grint), dan Hermione Granger (Emma Watson) yang kembali ke Hogwarts untuk memulai tahun ajaran baru. Lalu ada pengajar baru di Hogwarts kali ini, bernama Professor Horace Slughorn (Jim Broadbent) yang mengajar cara membuat Poison dan ia juga merupakan teman lama Professor Albus Dumbledore (Michael Gambon). Ternyata Slughorn memegang rahasia penting tentang masa remaja Lord Voldermort yang awalnya bernama Tom Riddle. Selain itu disini juga diceritakan tentang Professor Severus Snape (Alan Rickman) yang bersumpah akan membantu Draco Malfoy (Tom Felton) dalam menjalankan misi Dark Lord guna membunuh Dumbledore. Menurut saya sekuel Harry Potter kali ini terlalu bertele-tele, dari awal sampai akhir tidak ada titik khusus yang membuat kita tegang atau betah nonton. Soooo boringggg.. Sebenarnya kisah percintaan Ron - Hermione dan Harry - Ginny lumayan menarik untuk ditonton, tapi entah kenapa itu tetap tidak membuat saya impress dengan Half-Blood Prince kali ini. Yang patut dibanggakan dari Harry Potter memang special effectsnya, itu saya akui keren. Akting Daniel Radcliffe, Rupert Grint, dan Emma Watson bagus seperti biasanya, secara udah pada jago akting dari kecil gitu lho! Trus, Rupert Grint udah gede sekarang, tambah lucuuu! Emma Watson juga cantik abis yaa sekarang. Kayaknya cuma Daniel Radcliffe yang ga terlalu banyak berubah, masih belum jadi ganteng juga, padahal dulu kecilnya imut banget. Haha.. Btw, kalau ditanya, sampai sekarang favorit saya masih Harry Potter and the Sorcerer's Stone (2001), rasanya saya masih ingat bagaimana hebohnya demam Harry Potter saat itu. Saya sendiri sampai pengen sekolah di Hogwarts! Hehe.. Tapi yaa gitu deh, mungkin karena udah terlalu banyak sekuelnya, saya sendiri memang jadi bosan dengan 'gema' Harry Potter.

+ komentar + 19 komentar

July 19, 2009 at 9:48 AM

Wah, sama Gab, saya juga kecewa berat sama nih film. duh, too many dramas.... saya pengen sihir, sihir and sihir.... kok malah drama...

tapi lumayan lah. tetep bagus. belum luar biasa sih...

Terimakasih awya atas Komentarnya di REVIEW: HARRY POTTER AND THE HALF-BLOOD PRINCE
July 19, 2009 at 10:28 AM

Agree gab. Ga tau kenapa , kyknya film yg ini tuh anti klimaks. Udah gtu yah, bkin ngantuk..
Too much dialogues, tp kt org" yg baca bukunya. Emg buku ini fokus ke ceritanya..
Yaaa mungkin kali ya gab..
Bagus sih, tp kurang di banding harrypotter sebelumnya..

Terimakasih Natassya Monica atas Komentarnya di REVIEW: HARRY POTTER AND THE HALF-BLOOD PRINCE
July 19, 2009 at 10:43 AM

Gabby... Aku belum nonton HP nih hahaha... But kmu menolongku, untung ada review nya HP hehehe.. Thx gabby....

xoxo.

Terimakasih INBERT StreetStyle atas Komentarnya di REVIEW: HARRY POTTER AND THE HALF-BLOOD PRINCE
July 19, 2009 at 1:50 PM

gab, lama gak kesini :)
secara verita sih lumayan, tapi secara action kurang banget ya gab
(3.5 / 5)

Terimakasih pepito atas Komentarnya di REVIEW: HARRY POTTER AND THE HALF-BLOOD PRINCE
Anonymous
July 19, 2009 at 3:27 PM

Iya, Bener bgt tuh!
Trus Sharusnya seblum Snape mengucapkan Avada Kedavra ada pertarungan sihir dulu kek.
Di Film juga gak ada pemakaman Dumbledore.

Terimakasih Anonymous atas Komentarnya di REVIEW: HARRY POTTER AND THE HALF-BLOOD PRINCE
July 19, 2009 at 6:18 PM

tmn gw penggemar harpot jg bilang film kali ini dia ga suka.

Terimakasih Leonie Amanda atas Komentarnya di REVIEW: HARRY POTTER AND THE HALF-BLOOD PRINCE
Anonymous
July 19, 2009 at 9:06 PM

Kan katanya ni part I..
Bakal ad part II
That's why blm ad klimaksnya mgkn..
Gt

Terimakasih Anonymous atas Komentarnya di REVIEW: HARRY POTTER AND THE HALF-BLOOD PRINCE
July 19, 2009 at 10:23 PM

Yup ini memang part I dari serial terakhir Harry Potter, jadi nanti masih ada yang terakhir sekali lagi. Tapi bukan karena masalah itu film ini jadi membosankan, tapi karena terlalu 'drama'. Cara penyajiannya itu lho yang kurang greget..

July 19, 2009 at 10:27 PM

emank buku yg ke 6 ini full of drama seh...

personally ini buku HP yang paling gw ga suka coz banyakan cerita nya gut. jadi yah wajar klo film nya drama smua...

sectum sempra! How cool is dat... hehehehe

Terimakasih Dr. B atas Komentarnya di REVIEW: HARRY POTTER AND THE HALF-BLOOD PRINCE
July 20, 2009 at 12:17 AM

bukunya bagus yaa ris? gila kuno banget ga sih gw belum pernah baca harpot satupun.. ahahaha..

July 20, 2009 at 10:39 AM

mau ngoreksi nih hehe yg ini mah gak ada part II nya.. yg ada part I dan part II nanti film ke 7 (dan 8) yang Harry Potter and the Deathly Hallows.

tambahan, kalo saya sih memang sedikit kecewa, saya jg penggemar harrypotter, dan sudah maklum lah kalo cerita di filmnya beda sama novel, tapi saya tetep suka dan berencana nntn ber kali2 hahahaha

Terimakasih Fariz Razi atas Komentarnya di REVIEW: HARRY POTTER AND THE HALF-BLOOD PRINCE
Anonymous
July 20, 2009 at 7:08 PM

Bener tuh.
Film yang Deathley Hallows baru ada part 1 en part 2 nya.

Terimakasih Anonymous atas Komentarnya di REVIEW: HARRY POTTER AND THE HALF-BLOOD PRINCE
July 20, 2009 at 11:51 PM

oppsss sorry salah, ternyata yang novel ke-7 tohh baru ada part I dan II nya? haha.. maklum bukan penggemar Harry Potter..
udah diralat tuh.. thanks riz.. :)

July 22, 2009 at 1:10 AM

Kalo gua sih menganggap ini film terbaiknya Harry Potter so far. Kelam banget dan angle-nya gua suka. Inget ga angle yang diambil waktu kamera diperlihatkan dari bawah, dan masing-masing menyapa Harry di rumah Weasley, it's funny. I like it.

Terimakasih Bang Mupi atas Komentarnya di REVIEW: HARRY POTTER AND THE HALF-BLOOD PRINCE
July 22, 2009 at 8:17 AM

*tos ama bang Mupi*
Ya, film harpot ini malah bisa dibilang memuaskan pisan. Walaupun sudah pasti banyak yang beda dari novelnya, tapi itu jadi gak terlalu masalah soalnya keren sih. Hihi..

Mungkin di film ini kurang action karena disimpen buat film ke-7 tuh. Kan ntar ada battle besar-besaran. :D

Terimakasih WewW atas Komentarnya di REVIEW: HARRY POTTER AND THE HALF-BLOOD PRINCE
July 22, 2009 at 10:22 PM

kl g blng harpot 6 nech,

kurng bnyk action ny,

tp dr segi cerita (diambil dr novl ny) bgz

crta prcintaan harry, ron, hermione jg gk boring, tp lucu

n effect ny qqqqqqqrrrrrrrrreeeennnnnnzzzzz abiz....
(paz dumbledore kluarin api, it'z very cool)

n krn g pnggmar ny harpot

ttp aj, mw ntn lgi n lgi

hehheehehehhehehehheheheee......................................

Terimakasih jimmy thenedy atas Komentarnya di REVIEW: HARRY POTTER AND THE HALF-BLOOD PRINCE
July 23, 2009 at 10:15 AM

Saya suka banget dengan film ini walaupun banyak teman yang ga terlalu suka karena beda dengan novelnya. Saya juga baca novel dan nonton filnyam. Dan ga ada kekecewaan. Hehe. Orgasme film ini pasti akan ada di film yang ke-7nya. Love the effect!

Terimakasih Shop magazines atas Komentarnya di REVIEW: HARRY POTTER AND THE HALF-BLOOD PRINCE
November 26, 2012 at 3:17 PM

menurut aku ini film bagus kok
yah meskipun sedikit melenceng dari novelnya, tp kan kebanyakan film yg diangkat dr novel emang ga sama persis.
Nih film tone nya keren kayak lebih dark gmn gitu, romance dan humor nya juga terasa banget.
Efeknya yg paling bagus adalah quidditch dan pertarungan dunbledore vs inferi... gilaaa dumbledore keren meskipun udah tua dan itu membuktikan kalau dia memang penyihir hebat sepanjang masa.
Terus yang bikin saya betah itu karena drcao malfoy porsinya kumayan banyak disini, kebimbangan, ketakutan, dan jahatnya dia bikin makin nge fans sama tom felton.
Cuma mungkin menurutku, romance harru-ginny yg kurang kena deh... kesannya terlalu dipaksain di film, entah deh kalo menurut orang lain kan beda pendapat...

Terimakasih Dhieta Rain atas Komentarnya di REVIEW: HARRY POTTER AND THE HALF-BLOOD PRINCE

Post a Comment