August 16, 2009

REVIEW: MERAH PUTIH






































"Untuk merdeka, mereka bersatu : Trilogi Merah Putih"

MERAH PUTIH adalah sebuah film yang sengaja dibuat untuk memperingati hari kemerdekaan yang jatuh pada hari Senin, 17 Agustus mendatang. Tadinya saya kepengen nonton G.I. Joe atau Orphan dulu tapi ga dapat tiket, yaudah akhirnya pilihan jatuh ke Merah Putih. Tidak disangka, saya cukup suka lho dengan film ini. Kalau disuruh pilih diantara Merantau dan Merah Putih, jujur saya bingung. Dua-duanya bagus sekali untuk ukuran 'film Indonesia', tapi entah kenapa saya lebih suka Merah Putih. Alur ceritanya tidak membuat bosan, ada lucunya, ada tegangnya, pemainnya juga jempolan. Filmnya sendiri sudah pasti sesuai dengan judul dong, bercerita tentang perjuangan bangsa Indonesia melawan Belanda pasca kemerdekaan. Film ini bergenre fiksi sejarah yang berkisah tentang perjuangan lima kadet yang mengikuti latihan militer di sebuah kota di Jawa Tengah untuk menjadi prajurit. Mereka, Amir (Lukman Sardi), Tomas (Donny Alamsyah), Dayan (Teuku Rifnu), Surono (Zumi Zola), dan Marius (Darius Sinathrya), masing-masing punya latar belakang, suku, dan agama yang berbeda. Suatu ketika, kamp tempat mereka berlatih diserang tentara Belanda. Seluruh kadet kecuali lima sekawan itu dibunuh. Mereka yang berhasil lolos lalu mengatur siasaat agar bisa membalas Belanda walau dengan kekuatan yang minim. Film ini dibesut dalam format seluloid 35 millimeter dengan tim internasional yang terdiri atas ahli special effects dan veteran perfilman Hollywood yakni koordinator efek khusus dari Inggris Adam Howarth yang pernah menangani film Saving Private Ryan dan Blackhawk Down, juga melibatkan koordinator stuntman Rocky McDonald yang pernah menangani Mission Imposible II dan The Quite American, make-up dan visual effects oleh Rob Trenton yang pernah menangani film The Dark Knight, konsultan ahli persenjataan adalah John Bowring yang pernah memegang Crocodile Dundee II, The Matrix, The Thin Red Line, Australia, X-Men Origins: Wolverine, dan asisten sutradara adalah Mark Knight yang pernah menangani December Boys dan Beautiful. WOW! Banyak sekali yaa campur tangan orang Hollywood disini. Tapi sutradaranya tetap orang Indonesia koq, Yadi Sugandi, yang dikenal sebagai salah satu penata gambar terbaik di tanah air. Merah Putih menurut saya memang masih belum sempurna, jauh dari sempurna, tapi sudah jauh lebih baik dari film Indonesia lainnya. Saya suka film ini! Saya sendiri heran, padahal tidak ada yang istimewa dari tema dan alur ceritanya, malah terkesan klise, tapi entahlah..namanya juga selera. :p Wajib tonton sih menurut saya, apalagi nanti 17 Agustus khan tanggal merah, pada nonton Merah Putih aja, pas banget tohh dengan momennya. Hehe.. Ohh iya, saya jadi suka lihat Donny Alamsyah deh! Terakhir baru aja nontonin dia di Merantau (jadi kakaknya Iko Uwais), nahh disini juga dia main lagi dengan porsi yang lebih banyak. Aktingnya bagus, logat Sulawesinya 'dapet' banget. Darius juga lumayan aktingnya disini, cocok dengan karakter. Lukman Sardi hmm..lumayan aja sih, saya berharap bisa lebih bagus dari ini, soalnya he's one of my favourite! Teuku Rifnu bagus juga, dia khan sering banget dapet peran jadi orang Bali di FTV SCTV, jadi udah ga heran dia jadi orang Bali lagi disini. Trus Zumi Zola, biasa banget, ga istimewa, kesaing tuh sama yang lain! Hehe.. Hampir lupa, endingnya memang sengaja dibuat 'gantung', soalnya film ini akan dibuat dalam bentuk Trilogi, jadi ini masih awal, ada yang kedua dan ketiga lagi nanti. Btw, not based on a true story, 100% fiction. Overall, recommended for this Independence Day! :)



+ komentar + 3 komentar

August 16, 2009 at 7:19 PM

Tadi baru nonton ini film,
bagus nih film! Jempol deh! Ngisi perfilman indonesia dari film yang aneh2 (Komedi jorok yang gak jelas),atau horror.
Baru tau ternyata trilogi ya...pantes endingnya ngegantung.Semoga cepetan ada kelanjutannya deh.

Terimakasih Powerrangga atas Komentarnya di REVIEW: MERAH PUTIH
August 27, 2009 at 11:34 PM

Wah, film ini tanggung banget. ga recommend deh.
Diantara 3 film Indonesia yang gua tonton, nomor 1 adalah Cin(T)a, 2. Merantau. 3. Merah Putih.

Terimakasih Bang Mupi atas Komentarnya di REVIEW: MERAH PUTIH
September 8, 2009 at 11:04 AM

setuju ama bang mupi. aku baru nonton cin(t)a, jempol banget.
dan paling jelek emang merah putih...

Terimakasih semuareview atas Komentarnya di REVIEW: MERAH PUTIH

Post a Comment