September 17, 2009

REVIEW: PHOBIA 2 (5 แพร่ง)






































"Get addicted to FEAR"

Setelah sukses dengan 4BIA tahun lalu, kini hadir sekuelnya yang berjudul Phobia 2. Saya sendiri sudah menonton 4BIA sebelumnya dan menurut saya cukup bagus. Memang Thailand paling jago kalau bikin film horror (Jepang juga sih hehe). Phobia 2 menurut saya lebih baik dibanding 4BIA, ceritanya lebih banyak yaitu 5 cerita, sedangkan 4BIA hanya 4. Otomatis durasi film juga lebih panjang. Horror ini menurut saya tidak seram-seram banget, tapi unik. Hmm..gimana yaa cara menjelaskan definisi 'unik' tersebut, saya sendiri bingung. Saya enjoy sekali menonton 4BIA dan Phobia 2, menurut saya film horror memang paling pas kalau pendek-pendek begini, ga bertele-tele, bukan cuma ngagetin yang ga jelas sepanjang film. Cerita pertama tentang Pey yang berumur 14 tahun, seorang remaja yang tidak percaya karma. Saat Pey melakukan sebuah kejahatan, ibunya memutuskan bahwa Pey harus ditahbiskan menjadi seorang Biksu agar terlepas dari karma. Ketika sudah menjadi seorang biksu, Pey tak terlihat seperti seorang penjahat. Tetapi, ada sesuatu didalam dirinya yang mengganggunya. Maka ia berusaha mencari jawabannya. Karma itu semakin membuatnya ketakutan, saat ia menyadari bahwa karma itu ada. Sutradara Paween Purijitpanya (Body, 4BIA- Tit for Tat). Menurut saya ini agak membosankan di awal, tapi untuk ditutup dengan sajian yang lumayan bikin shock. Hehe.. Cerita kedua tentang seorang remaja yang kecelakaan dan mengakibatkan kedua tulang kakinya patah. Saat di rumah sakit dia ingin agar mendapat kamar VIP, akan tetapi sedang penuh. Lalu ia pun ditempatkan bersebelahan dengan seorang kakek yang sudah tinggal menunggu ajal saja. Namun apa yang terjadi? Ternyata memang lebih tenang tidur sendiri daripada ditemani 'seseorang'. Sutradara Visute Poolvoralaks orang yang sukses dibalik Shutter, Alone, 4BIA, dan Coming Soon. Menurut saya ini cerita yang paling seram dan ngagetin dari 5 yang lain. Cerita ketiga tentang sepasang anak muda dari Jepang memutuskan untuk pergi mengelilingi Thailand. Setelah beberapa kali gagal mencoba menumpang kendaraan dari Samui Island ke Bangkok, akhirnya sang pacar melambaikan uang sebanyak 1.000 Baht dengan harapan untuk mendapat tumpangan kendaraan. Akhirnya, ada seorang pengemudi truk misterius menepi dan memberi tumpangan pada mereka. Truk tersebut tampak membawa muatan yang cukup banyak. Apakah yang ada di dalam truk gandengan itu? Apakah ada sesuatu yang lebih misterius dibalik senyuman si pengemudi truk yang memperbolehkan mereka menumpang? Sutradara Songyos Sugmakanan (Dorm, Hormones). Ini yang paling tidak saya suka, tapi coba saja anda nonton dulu. Hehe.. Cerita keempat tentang Nuch yang adalah seorang pedagang mobil. Dia mencari nafkah dengan membangun kembali mobil yang sudah sangat rusak akibat kecelakaan. Suatu malam sesudah menutup garasi mobil, dia mengetahui anak lelakinya hilang. Nuch langsung memeriksa rekaman kamera keamanan, dia melihat anak lelakinya masuk ke dalam salah satu mobil yang ada di garasinya. Apakah yang akan terjadi? Sebenarnya mobil tersebut memiliki sejarah yang bagaimana? Apakah Nuch dapat bertemu dengan anaknya lagi? Sutradara Parkpoom Wongpoom (Shutter, Alone, 4BIA – Last Fright). Lumayan bikin kaget sih kalau yang ini, siap-siap aja. Cerita terakhir dan terfavorit saya adalah tentang Ter, Puak, Garas, dan Aey, mereka berempat merupakan bagian dari kru film horror yang akan segera tayang. Mereka sedang memfilmkan adegan terakhir di film horror itu. Adegan tersebut mengharuskan sang aktris untuk berjalan merangkak keluar dari dalam. Namun sialnya, sang artis pemeran hantu tersebut harus meninggal tiba-tiba karena sakit. Kru film tersebut pun dihantui arwah sang artis tersebut yang berniat menyelesaikan bagian aktingnya. Sutradara Banjong Pisanthanakun (Shutter, Alone, 4BIA – In the Middle). This last story was my favourite!! Kalau ga ada yang terakhir ini mungkin penilaian saya akan Phobia bisa berbeda dari ini. Namun, Phobia 2 benar-benar ditutup dengan cerita yang gokil dan twisted. :)

+ komentar + 13 komentar

September 18, 2009 at 4:35 AM

Cuma bakal tayang di Blitz ya? Di 21 ga akan? Hiks, pengen nonton, soalnya suka banget ma film Phobia yg pertama.. T.T

Terimakasih WewW atas Komentarnya di REVIEW: PHOBIA 2 (5 แพร่ง)
September 18, 2009 at 12:10 PM

Iya nih cuma ada di Blitz.. Beli dvd aja kalau emang pgn ntn, tp nunggu yg udah terang.. Hehehe.. Dulu 4bia saya juga ntn di dvd koq, udah terang, cuma yaa jd ga setegang kalau ntn lsg di bioskop.. :p

September 21, 2009 at 8:55 PM

wahh nice bgd nih jd komentator pilmnyaa :)
ak jg udh ntn da emank bnr , menegangkan bgd itu ^^

Terimakasih Lyd atas Komentarnya di REVIEW: PHOBIA 2 (5 แพร่ง)
September 21, 2009 at 10:20 PM

@ Lyd : thanks udah mampir yaa say.. :)

September 25, 2009 at 5:26 PM

wah setuju gw kalo phobia lebih bagus dibandingkan 4bia, kualitas film2nya lebih merata. nice review! :-D

Terimakasih mataharipertama atas Komentarnya di REVIEW: PHOBIA 2 (5 แพร่ง)
September 26, 2009 at 9:55 PM

mnk bner ,

4bia dan phobia 2 mnk film horror yg beda dgn film horror yg laen ny

cara nakut2in ny mnk bda n unik dgn yg laen ny

itchu yg buad 4bia n phobia 2 sru n gk prnah bozen bwd dtonton



trailer ny pun kren bnge


crita k 5 mnk plink top dech,

favorit bnge,

rza ny gk pngen brhenti ktwa kl inget crita k 5.

huahuahuahuahuahuahuahhauahhahahhahahahahahahaaa....................

; )

Terimakasih jimmy thenedy atas Komentarnya di REVIEW: PHOBIA 2 (5 แพร่ง)
September 27, 2009 at 6:50 PM

jujur nonton film ini emang jauh lebih enak di bioskop yah hhe. lebih tegang. hhe. selama nonton film ini dagdigdug parah dan berkalikali gw bilang "sumpah ini film kapan abisnya. gokil!!" hhe
tapi yg kelimaa hahahahah keren abis. bener kata kamu, kalo ga ada yg kelima, penilaian tentang phobia 2 akan beda lagi. hhe

Terimakasih sexy nerd dinc atas Komentarnya di REVIEW: PHOBIA 2 (5 แพร่ง)
September 28, 2009 at 8:24 PM

kynya ada unsur psikologinya deh,,, film terakhir ngilangin ketakutan 4 film sebelumnya.

reviewnya ok juga

Terimakasih me and myself atas Komentarnya di REVIEW: PHOBIA 2 (5 แพร่ง)
September 28, 2009 at 10:27 PM

@Gabby:
Sama kok nonton Phobia yg pertama juga di bjkn.. lol..

Makanya sekarang teh pengen nyoba di bioskop, biar lebih kerasa tegangnya..

Di Bogor ga ada Blitz, klo ke JKT kejauhan.. Setia nunggu bjkn lg dah.. :))

Terimakasih WewW atas Komentarnya di REVIEW: PHOBIA 2 (5 แพร่ง)
October 1, 2009 at 5:48 PM

setujuuu... baru kali ni ak pgn ngulang nonton film horror.. apalagi cerita yg kelima. gokil abisss...

Terimakasih Rima and Her Crazee World atas Komentarnya di REVIEW: PHOBIA 2 (5 แพร่ง)
Anonymous
January 15, 2010 at 1:24 PM

Sebenar lagi indo juga ngeluarin film horror kualitas bagus, judulnya RUMAH DARA. Film ini udah melanglang buana di berbagai festival international. Tar bikin reviewnya juga ya.

Terimakasih Anonymous atas Komentarnya di REVIEW: PHOBIA 2 (5 แพร่ง)
January 15, 2010 at 7:00 PM

Review RUMAH DARA sudah pernah saya muat disini bulan november 2009 kemarin. Kebetulan saya mendapat kesempatan menonton film tersebut di Festival INAFFF. http://jagoanmovies.blogspot.com/2009/11/review-rumah-dara-macabre.html

February 18, 2013 at 9:17 PM

In the end....
Ceritanya kocak bgt,nakutin,ngagetin n seruu,,,,I Like Aey,,,Ganteng n manis pisan ae...

Terimakasih Iedha Astuty atas Komentarnya di REVIEW: PHOBIA 2 (5 แพร่ง)

Post a Comment