April 21, 2010

REVIEW: THE BOOK OF ELI




































"Religion is POWER."

Sebetulnya saya kurang suka menonton film yang terlalu religius, apalagi jika film tersebut lebih memihak pada satu agama tertentu. Saya termasuk orang yang sangat open-minded soal agama, saya merasa semua agama mempunyai intisari yang sama, yaitu menuntun manusia ke jalan yang benar. Maka saya tidak suka kalau ada suatu agama yang dianggap lebih benar diantara yang lainnya (meskipun agama tersebut adalah agama yang saya anut). Untungnya adegan action dalam film ini patut diacungi jempol. Saya tidak menyangka kalau Denzel Washington bisa terlihat seperti Jackie Chan versi Hollywood dalam film ini! Tipikal wajah dan pembawaan Denzel biasanya memang cocok dengan peran-peran melankolis namun tegas seperti dalam John Q atau Man on Fire.

The Boof of Eli bercerita tentang keadaan dunia sehabis perang yang telah meninggalkan esensi penting dalam kehidupan yaitu agama dan kepercayaan. Manusia yang tersisa itu hidup seenaknya, merampok, memperkosa, merebut barang milik orang lain. Pada masa ini diceritakan juga bahwa makanan dan minuman menjadi barang yang amat langka, semua diakibatkan karena tanas yang tandus dan kering. Kehidupan menjadi sangat tidak layak, untuk mandi pun mereka sulit. Bahkan shampoo yang sekarang kita anggap tidak terlalu penting saja menjadi barang yang luar biasa penting pada masa itu.

Lalu ada Eli (Denzel Washington), seorang pria pengelana yang sudah berjalan selama 30 tahun dengan membawa sebuah buku. Eli mengaku bahwa ia mendengar suara-suara yang menuntunnya membawa buku penting itu ke suatu tempat. Selama perjalanan, ia selalu saja dihadapkan dengan berbagai halangan. Yang terberat adalah ketika ia melintasi suatu kota kecil yang seolah dipimpin oleh Carnegie (Gary Oldman). Carnegie berkuasa di kota ini karena ia termasuk orang yang terkaya disana. Tidak disangka, ternyata Carnegie pun mencari sebuah buku penting yang belum ia ketahui keberadaannya. Sampai suatu saat ia mengetahui bahwa Eli membawa sebuah buku. Mulailah adegan kejar mengejar antara Eli dan Carnegie. Eli ditemani oleh Solara (Mila Kunis), seorang wanita dari kota kecil itu yang memutuskan untuk ikut dengannya.

Beberapa hal dalam film ini terasa menyindir umat manusia yang suka menyia-nyiakan sesuatu. Seperti kata pepatah, 'kita tidak akan merasa membutuhkan sesuatu sebelum kehilangan sesuatu'. Film ini mungkin mengajarkan kita tentang inti dari menghargai kepunyaan kita selagi bisa. Tapi jujur saja, film ini terasa konyol bagi saya. Eli ditugaskan oleh 'Yang Diatas' untuk menyelamatkan buku penting tersebut guna mengembalikan umat manusia ke jalan yang benar. Akan tetapi Eli membiarkan para perampok merampok dan memperkosa pejalan kaki, ia juga dengan gampangnya membunuh orang. Seperti yang sudah saya bilang sebelumnya, action scenes dalam film ini memang lumayan keren, tetapi saya tetap merasa tidak bisa menerima konsep film ini. Apalagi endingnya yang sangat amat tidak saya harapkan! Saya hanya mengagumi sinematografi film ini yang terbilang lumayan bagus, sedikit adegan action, akting Denzel Washington dan Gary Oldman, dan kecantikan Mila Kunis. Itu saja! Bagi yang sudah menonton, ditunggu komentarnya! :)





+ komentar + 22 komentar

April 22, 2010 at 12:03 AM

saya juga nggak mengharapkan endingnya begitu...but I didn't complain ^___^

Terimakasih ajirenji atas Komentarnya di REVIEW: THE BOOK OF ELI
April 22, 2010 at 12:12 AM

@ ajirenji : Haha.. That was just my own opinion koq.. Saya ga suka aja kalau endingnya dia kasih isi buku itu secara lisan..

April 22, 2010 at 4:16 AM

saya juga tidak menduga akhir filmnya seperti itu.

pada ending film saya bru (ngeh) menyadari Eli itu bukan hanya nama dia,Eli (Denzel Washington). Umata Nasrani mungkin familiar dengan frase "Eli Eli lama sabaktani"

berarti "The Book of Eli" itu dapat dimaknai pula "The Book of God"

selama ini ketika membaca sinopsis di berbagai media, inilah yang terbersit di pikiran saya "setelah terjadi perang besar, orang memperebutkan buku karena memilikinya bisa memliki semacam 'kekuatan'"

media-media hanya membahas secara denotasi film tersebut.

konotasi(makna tersembunyi/tersirat)film ini menurut saya adalah

perang besar terjadi karena agama-agama disalahgunakan dan fanatisme berlebihan dan interprestasi yang salah atas kitab suci, membuat mereka saling berperang

itu dilihat dari ucapan dalam film, kurang lebih intinya sperti ini "perang terjadi karena buku itu, sehingga semua orang mencari dan mengumpulkan buku2 itu untuk dimusnahkan dan dibakar"

The Book of Eli adalah satu2nya buku yang tersisa...

(versi panjangnya lebih baik saya tulis di blog saya deh...)

dan

menanggapi " Tapi jujur saja, film ini terasa konyol bagi saya. Eli ditugaskan oleh 'Yang Diatas' untuk menyelamatkan buku penting tersebut guna mengembalikan umat manusia ke jalan yang benar. Akan tetapi Eli membiarkan para perampok merampok dan memperkosa pejalan kaki, ia juga dengan gampangnya membunuh orang."

itu secara tersurat memang konyol
tapi secara tersirat itu menggambarkan susahnya berjuang dalam hidup terutama mencapai garis finish, yah seperti itu harus menghadapi yang mebahayakan kita dan yang bukan bagian kita jangan turut campur, karen kita juga manusia tidak bisa semuanya kita urusin lah...



Trivia Fact:

ternyata buku yg diperebutkan itu ditulis dengan Braille

kenapa setiap orang memeriksa tangan orang lain?

menurut adik saya yang telah nonton dua kali,

kalau kanibal tangannya bergetar,
perhatikan nenek2 yang tinggal bersama si kakek di rumah pondokan penuh jebakan.. bergetar kan?
perhatikan pula wanita dengan trolly, katanya sih tangannnya bergetar juga...


mohon maaf jika ada salah tulis & ketik dan juga jika ada yang kurang berkenan di komentar yang lumayan panjang ini, sekali lagi sorry...

terimakasih...


note: tampaknya mesti gw posting sebagai review di tumbleblog gw nih.. :P

Terimakasih artspidey(Ari) atas Komentarnya di REVIEW: THE BOOK OF ELI
April 22, 2010 at 8:47 AM

gw sih tidak menangkap pesan apa2 yang disampaikan, premis yang terlalu biasa untuk sebuah film berlatar belakang post apocalyptic. cuman scene action yang bisa dibilang mantap, dan hanya menjual nama Denzel wasington dan Gary Oldman

Terimakasih e2p atas Komentarnya di REVIEW: THE BOOK OF ELI
April 22, 2010 at 4:09 PM

so kesimpulannya film ini bagus ato gak??
saya blm nntn soalnya di tempat saya blm keluar filmnya..hehe :(

Terimakasih Thyo Aditya atas Komentarnya di REVIEW: THE BOOK OF ELI
April 22, 2010 at 11:16 PM

@Gabby: Nice review. Endingnya memang sulit utk dpt diterima. Menghapal satu demi satu kata dari keseluruhan isi buku. Apa mungkin?(-:

Terimakasih MJ (MyMovie Critic) atas Komentarnya di REVIEW: THE BOOK OF ELI
April 23, 2010 at 12:41 AM

@ Ari: nice tuh untuk di post di blognya ri, saya aja ga sebegitu memperhatikan filmnya seperti adik kamu. Hehe.. :p

@ mas e2p: yup, saya juga cm suka adegan actionnya aja.

@ Thyo: kesimpulannya filmnya biasa-biasa aja (bagi saya). Saya sih ga seberapa suka. Tp khan selera orang beda2.. :)

@ MJ: YOU GOT MY POINT! Menurut saya itu juga adalah hal yang tidak mungkin. Isi buku setebal itu diceritakan oleh Eli hanya dengan modal ingatan. Bagaimana kalau dia lupa sedikit, lalu menambahkan sesuka hati. Dan kenapa pak tua percaya begitu saja, padahal Eli datang tanpa bukti kalau dia punya buku tersebut. So weird.

April 26, 2010 at 8:10 PM

endingnya yg Mila Kunis ikut2 Eli itu emg jelek ya, i bet she get killed immediately :D

Tentang sisi religi nya aku kira film ini tetep berusaha untuk adil dgn menjejerkan Bible sm Holy Qur'an di ending itu, konklusi yg bagus menurutku.

Oya aku pernah baca di IMDb ada trivia2 yg nyebutin kalo Eli seharusnya muslim.

Terimakasih adithumar atas Komentarnya di REVIEW: THE BOOK OF ELI
April 27, 2010 at 9:39 AM

Wah, blog yng kereenn bngt...
ttng The Book of Eli, sepertinya biasa aja (klo menurut saya). Tapi nilai2 dri film ini bagus, namanya jg fiksi, jadi wajar klo menimbulkan pertanyaan2.
klo soal apa bisa dia hapal seluruh isi Bible tepat seluruh kata.... hmm klo memang di diutus oleh "Yang di atas" pastinya dia dibuat bisa krna tujuan hidupnya seperti itu, jadi pastinya dia dibuat mampu melakukan itu.
Well, keseluruhan filmny aku sih g terlalu suka, cma suka ada Denzel ajah....

Terimakasih Tedhi atas Komentarnya di REVIEW: THE BOOK OF ELI
October 5, 2010 at 3:45 PM

@ MJ: YOU GOT MY POINT! Menurut saya itu juga adalah hal yang tidak mungkin. Isi buku setebal itu diceritakan oleh Eli hanya dengan modal ingatan. Bagaimana kalau dia lupa sedikit, lalu menambahkan sesuka hati. Dan kenapa pak tua percaya begitu saja, padahal Eli datang tanpa bukti kalau dia punya buku tersebut. So weird.
----> bagi manusia memang tidak mungkin tapi bagi Tuhan sangat mungkin. jadikan ceritanya Eli sejak 30 tahun sebelumnya memang sudah dituntun "yang di atas" untuk menyelamatkan satu-satunya buku dari banyaknya buku serupa untuk diselamatkan dan dibawa ke tempat yang semestinya. "yang di atsa sudah bekerja dari awal, jadi sampai akhir Eli lelad dan meninggal, Dia tetap menuntun Eli untuk menyelesaikan tugasnya. Itulah mengapa Eli selalu berterimakasih(dalam doanya) tanpa banyak permintaan dan bertanya-tanya. kalau menurut saya pribadi, kisah di film ini bercerita tentang krisis iman setelah dunia "berakhir". saudara-saudara bisa lihat setiap orang dalam film itu (manusia yang bisa dikatakan bar-bar) tidak bisa berdoa.

Terimakasih Anak Gawul atas Komentarnya di REVIEW: THE BOOK OF ELI
Estu
February 13, 2011 at 4:07 AM

Film ini bener2 sgt memukau krn kbrhasilan acting ny danzel dn sinematografiny..tp syg film yg mmbw pesan2 religius pnh dgn adegan pembunuhn sadis! Dan mslh hafalan sprtiny bkn hal yg mustahil,mgingat si eli mmbcny smpai 30thn hingg dihafalny luar kpla..sdgkn Alquran yg lbh sulit (krn text arab) dpt dihafal oleh byk umt muslim dlm tempo wkt yg ckp.. Film rekomended for action

Terimakasih Estu atas Komentarnya di REVIEW: THE BOOK OF ELI
June 15, 2013 at 9:57 PM

saya cukup suka soundtracknya aja. . . .ATTICUS ROSS - PANORAMIC

Terimakasih tulalit atas Komentarnya di REVIEW: THE BOOK OF ELI
Anonymous
June 26, 2013 at 8:39 AM

Kalau berdasarkan sinematografi banyak yang bisa 'diterjemahkan' loh, misal, (1) kenapa ada seorang yang bukan tunanetra, justru membaca buku dengan huruf braille? (2) kenapa ya nama yg dipilih sineasnya adalah Eli? lah, kl Budi, nanti dikiranya era orde baru..hehe..(seriously, ini sebuah retorika sinema) (3) kenapa ya di ending (yang teman-teman bilang biasa saja) Eli yang melafal bible, justru ia pakai Gamis?

Food for thought \o/ Overall, I like it. Keep practice ya. Semoga sukses sebagai sineas, temans.

Terimakasih Anonymous atas Komentarnya di REVIEW: THE BOOK OF ELI
Anonymous
July 10, 2013 at 7:32 PM

Dah 2 kali nontonnya di foxmovie tp ni film msh berkesan bgt bg ku, ada pesan2 tersirat dan tersurat didlm, jd klo nontonnya cm 1 kali mgkn kt hanya menganggapnya spt film action biasa. Film ini membri pesan yg sngt dlm, intinya manusia tdk dpt jauh dr Tuhan,manusia akan hancur dan peradaban jg akan hancur klo nilai2 religius jauh dr manusia. Film ini jg menunjukkn kasih Tuhan pd manusia. Walaupun "buku" itu sudah dihncurkn oleh manusia,tp krn kasih Tuhan, Tuhan mengutus seseorng utk menyelamatkan buku satu2nya itu agar dikemudian hari manusia bs mengenal Tuhan dan manusia dpt membuka lembaran kehidupan yg baru yg lbh beradab.

Terimakasih Anonymous atas Komentarnya di REVIEW: THE BOOK OF ELI
Anonymous
December 26, 2013 at 3:15 AM

book of eli itu gak bkal bsa dmngrti klo cma paham skilas.. tp yg jelas,wktu 30 tahun itu bner2 ckup lama dn ntu ckup bwt hpalin 1bku..msalah org tua yg lngsung percaya,jelas krna gak akn mungkin ad org pnya mksud trtentu yg rela2 ngaku bwa bku ntu,aplg mrka dteng dngn bersih (krna pnjaga udh meriksain) dn org2 kan gak ad yg percaya klo ad tmpt dngn nama "west" itu.. dan saat klian udh bner2 paham film ntu,klian bkal sadar klo eli itu buta.. :)

Terimakasih Anonymous atas Komentarnya di REVIEW: THE BOOK OF ELI
December 26, 2013 at 11:51 AM

The Best Film !!! Bwt gue ini adalah film yg akan ngebuaf penontonnya terkejut pada akhirnya ,, Karna pada awal filmnya g ditunjukin isi buku itu tapi, yg pasti ya kita tau bahwa itu adalah Kitab Suci umat Kristiani. Dan disini Eli selalu melarang siapapun untk mengambil bahkan membaca buku itu. Ia sudah dipilih dan dituntun oleh 'Sang Pencipta' untk mengantar buku itu ke barat (tempat seharusnya buku itu berada bersama kitab suci lainnya), perjalanan yg begitu panjang harus Ia lalui dengan susah Paya Karna baxk tantangan yg akan dihadapi. Meski pada akhirnya buku itu berhasil direbut, sayangnya penjahat tersebut gak Bisa baca yg sebenarnya buku itu untuk pembaca yg buta :O . Untungnya Eli sudah menghafal seluruh isi buku itu selama 30 thn (membacanya tiap hari tanpa henti) entah bagaimana Ia Bisa berjalan tanpa harus dituntun, tapi itu sudah jadi kehendak dari yg 'Diatas' ,, dia mengandalkan Indra pendengaran dan penciuman dalam kehidupannya .. Sangat mengesankan banget ni film,, endingnya si Eli meninggal setelah Ia menyampaikan seluruh isi buku itu kepada si penulis sekaligus menjadi pemilik ..
Sangat__sangat___sangat BEST deh,, baru kali ini gue nemu film yg sebagus ini ..
Yuk ditonton,, rugi loh Kalo g ditonton

Terimakasih axis smantiq atas Komentarnya di REVIEW: THE BOOK OF ELI
December 28, 2013 at 2:07 AM

pelajaran penting yang saya dapat : ketika eli menyerahkan buku itu dan di tembak, ia sempat berkata kalau ia terlalu menjaga buku itu sampai-sampai lupa untuk hidup dalam kata-kata itu. Bahwa kekuatan terbesar seorang yang beragama adalah hidup dalam firman TUHAN yang ia yakini.

Terimakasih Yabes Lay atas Komentarnya di REVIEW: THE BOOK OF ELI
Anonymous
February 28, 2014 at 9:52 PM

gw stuju banget sama saudara ANONYMOUS ! you got my point! :D

Terimakasih Anonymous atas Komentarnya di REVIEW: THE BOOK OF ELI
Anonymous
February 28, 2014 at 9:55 PM

inti dari film itu agar mengingatkan kita agar tetap tekun berdoa kepada 'Tuhan Yang Maha Esa' dan juga brsyukur.. dah itu aja :D

Terimakasih Anonymous atas Komentarnya di REVIEW: THE BOOK OF ELI
March 13, 2014 at 9:32 AM

waooowww, kerennya ceritanya. hanya saja saya belum menonton filmnya.

Terimakasih Fany Kiuk atas Komentarnya di REVIEW: THE BOOK OF ELI
April 19, 2014 at 11:56 AM

sebenarnya sih saya sempat nonton di layar kaca... karna oengen nonton lagi, saya mencoba untk download di youtube ... tapi kok gak bisa yah... minta tlg donk kirim video nya ke gmail saya,,,... terima kasih dan selamat paskah

Terimakasih manase tungga atas Komentarnya di REVIEW: THE BOOK OF ELI
April 19, 2014 at 4:18 PM

Tadi malem Film ini ada kok di TTV Intinya film ini mengajarkan, agar orang tau seberapa pentingnya SEBUAH BUKU dan ILMU yg ada di buku tersebut. Endingnya keren kok, Dan Bahwa agama islam dan agama lain tidak bermusuhan. Itu si hanya Opini saya ^^

Terimakasih Muhammad Ilham Nur atas Komentarnya di REVIEW: THE BOOK OF ELI

Post a Comment