February 13, 2011

REVIEW: THE GREEN HORNET



































Kato: I was born in Shanghai. You know Shanghai?
Britt Reid: Yeah, I love Japan.

Setelah beberapa kali penundaan dan masalah pada saat produksi akhirnya The Green Hornet dirilis juga awal 2011 ini. Green Hornet sendiri adalah karakter superhero klasik yang terkenal pada tahun 1960-an mulai dari radio hingga diangkat ke serial televisi, kala itu karakter sidekick Green Hornet diperankan oleh icon martial-arts Bruce Lee. Kali ini sang sutradara, Michel Gondry, paling dikenal lewat filmnya Eternal Sunshine of the Spotless Mind (2004), ada juga film-film lainnya seperti Be Kind Rewind (2008) dan Tokyo! (2008). Kali ini Seth Rogen yang juga menjadi co-writer film ini bersama Evan Goldberg, berperan menjadi sang superhero Green Hornet. Penyanyi kawakan asal Taiwan, Jay Chou menggantikan posisi Bruce Lee memerankan tokoh Kato.

Britt Reid (Seth Rogen) adalah anak tunggal dari James Reid (Tom Wilkinson), pemilik surat kabar lokal 'The Daily Sentinel'. Britt tumbuh menjadi seorang playboy yang memiliki gaya hidup mewah serta gemar pesta pora, hal ini disebabkan oleh renggangnya hubungan dengan sang ayah. Ketika tiba-tiba ayahnya meninggal dunia, mau tidak mau Britt harus mewarisi 'kerajaan' surat kabar milik ayahnya tersebut. Tidak sengaja ia bertemu dengan Kato (Jay Chou) yang ternyata adalah montir ayahnya dan juga orang yang selama ini membuatkan kopi nikmat untuknya setiap pagi. Britt sangat terkesan dengan kemampuan Kato dengan mesin, ia mampu membuat mesin pembuat kopi canggih, mobil dengan senjata, dll. Tidak disangka, Kato juga mahir bela diri, ia juga memiliki suatu kelebihan dimana ia bisa melihat segala sesuatu dengan perlahan. Britt lalu menemukan sebuah ide gila yaitu menjadi superhero, Kato pun menyutujui dan akhirnya mereka sepakat menjadi 'The Green Hornet'. Ternyata kehadiran pahlawan misterius ini membuat gusar ketua gangster Chudnofsky (Christoph Waltz) dan memerintahkan semua bawahannya untuk membunuh 'The Green Hornet'.

Saya benar-benar tidak berekspektasi apapun ketika menyaksikan film ini, malahan saya mengira kalau filmnya akan mengecewakan. Tapi ternyata tidak seburuk yang saya kira, film ini lumayan menghibur meskipun ada beberapa yang sedikit mengesalkan juga. Karakter Seth Rogen disini lumayan annoying kalau menurut saya, hehe.. Lalu akting Jay Chou masih terlihat sedikit kaku meskipun aksi bela diri yang ditampilkan sudah luwes dan sangat baik. Mungkin hal ini turut dipengaruhi oleh bahasa Inggris Jay Chou yang masih belum terlalu lancar. Tapi secara keseluruhan menurut saya Jay Chou cocok dengan peran Kato. Chemistry antara Seth Rogen dan Jay Chou untungnya terjalin dengan baik, karena film ini sangat mengutamakan hubungan pertemanan yang kuat antara Britt dan Kato. Saya suka dengan kehadiran Christoph Waltz disini, menghibur! Cameron Diaz sayangnya kurang pas bermain disini, entahlah menurut saya mungkin sudah terlalu berumur jika dibandingkan dengan Rogen dan Chou. But I like her anyway! Intinya ini bukan film action, tapi film komedi. Lumayan lah untuk hiburan awal tahun. Jangan lewatkan penampilan konyol sekilas dari James Franco di awal film yaa! Saran: lebih baik nonton versi 2D, katanya 3D-nya kurang 'maknyusss'.. :)





+ komentar + 1 komentar

dintha yuneza
February 14, 2011 at 8:35 AM

hahahaa aku ampe nonton 2x filmnya saking lucu en konyolnya.
suka banget liat akting Seth Rogen disini. cocok dipadu dengan Jay CHou yang "cool" banget disini. chemistry-nya dapet bgt deh. hihihii..
:p

Terimakasih dintha yuneza atas Komentarnya di REVIEW: THE GREEN HORNET

Post a Comment