January 6, 2010

REVIEW: WHIP IT




































"Be Your Own HERO"

Whip It merupakan film pertama yang disutradarai Drew Barrymore. Sebagai aktris, kemampuan aktingnya tak perlu diragukan lagi. Nama besarnya pun sudah dikenal banyak orang. Akan tetapi Drew bisa dikatakan sebagai pendatang baru dalam bidang belakang layar. Beruntung, debut penyutradaraannya ini termasuk berhasil kalau menurut saya. Whip It menggandeng aktris muda berbakat yang namanya meledak lewat film Juno (2007), Ellen Page, lalu juga Drew sendiri yang ikut bermain dalam beberapa bagian film ini. Bercerita tentang kehidupan seorang remaja bernama Bliss Cavendar (Ellen Page) yang tinggal di sebuah kota kecil di Bodeen, Texas. Mempunyai seorang ibu yang terobsesi dengan kontes kecantikan dan selalu menyuruh Bliss untuk menuruti keinginannya tersebut. Padahal, Bliss adalah seorang anak yang tomboy dan lebih tertarik bermain sepatu roda ketimbang mengikuti kontes kecantikan dan bersolek seperti perempuan lainnya. Suatu hari ia mendapatkan kesempatan untuk masuk kedalam tim sepatu roda bernama Hurl Scouts. Tim ini adalah tim payah, tidak pernah menang sekalipun dalam ajang perlombaan sepatu roda atau Roller Derby yang khusus diikuti oleh perempuan. Hurl Scouts selalu saja dikalahkan oleh lawannya, Holy Roller. Tidak disangka-sangka ternyata Bliss jago sekali dalam bermain sepatu roda. Apa Bliss mampu membawa tim barunya ini menuju kemenangan? Yaa..kurang lebih jalan ceritanya se-simple itu, tapi tetap dengan maksud menunjukkan kesan 'girl power' didalamnya.Untuk seseorang yang baru pertama kali menyutradai sebuah film, menurut saya ini sudah sangat baik. Filmnya menghibur, tidak terlalu klise (untungnya), enak untuk dinikmati, dan akting Ellen Page terbilang bagus disini. Hanya sekedar film untuk hiburan saja, silahkan ditonton dan dinikmati. :)





January 4, 2010

January 1, 2010

H A P P Y . N E W . Y E A R ♥ ♥ ♥



























Semoga di tahun 2010 segala sesuatu akan lebih baik.
Sukses untuk teman-teman semua.
Semoga Jagoan Movies juga tambah sukses.

December 31, 2009

REVIEW: SHERLOCK HOLMES


























"Holmes for the Holiday"

Sherlock Holmes, seorang detektif yang namanya sudah dikenal banyak orang sejak kurang lebih seratus tahun lalu. Karakter fiktif ini lahir dari tangan Arthur Conan Doyle pada tahun 1887. Sangking populernya Sherlock Holmes, manga (re: komik) Jepang berjudul Conan pun terinspirasi dari karakter ini. Sherlock Holmes diceritakan sebagai seorang detektif yang sangat hebat namun suka mabuk-mabukan, sedikit angkuh, cerdas, ahli menyamar, dan juga jago bela diri. Saya sendiri belum pernah membaca novel tentang Sherlock Holmes sebelumnya maupun menonton filmnya yang terdahulu. Namun menurut saya, film Sherlock Holmes karya Guy Ritchie ini cukup menghibur, apalagi tayang di musim liburan seperti sekarang. Tagline 'Holmes for the Holiday' sepertinya sangat cocok. Pilihan Guy memilih Robert Downey Jr. untuk memerankan sang detektif pun menurut saya tepat, mengingat karakternya lumayan mendekati. Sebagai informasi, pada awal tahun 1990an, Robert adalah seorang yang sering keluar masuk penjara karena kasus kecanduan narkoba dan minuman keras. Namun sejak bermain dalam film Iron Man (2008) yang melambungkan namanya di dunia perfilman Hollywood, Robert mengaku sudah tobat dari kebiasaan buruknya tersebut. Cerita film ini sudah pasti tentang sepak terjang seorang detektif dalam mengungkap kejahatan yang ada. Berlatar belakang kota London dengan setting sekitar tahun 1900an, film ini juga membawa nuansa vintage yang asik untuk dinikmati. Akting Robert Downey Jr. sangat baik, begitu juga dengan Jude Law yang berperan sebagai teman baik Sherlock Holmes yaitu Dr. John Watson. Adanya Rachel McAdams juga menjadi pemanis dalam film yang hampir semuanya lelaki ini. Di misi kali ini, Holmes dan Watson bertugas untuk mengungkap kejahatan yang dilakukan oleh Lord Blackwood (Mark Strong), seseorang yang sangat berambisi menguasi Inggris, ia juga diduga memiliki ilmu hitam. Lalu dimulailah petualangan Holmes dan Watson dalam menguak misteri dibalik ilmu hitam Lord Blackwood. Seru dan sangat menghibur sih menurut saya. Banyak adegan-adegan lucu yang ditampilkan disini. Seperti menonton kartun Conan dalam bentuk Hollywood. Hehe.. Yang belum nonton, silahkan ditonton yaa.. HAPPY HOLIDAY! :)





December 26, 2009

REVIEW : SANG PEMIMPI








































"Yang penting dari mimpi, bukanlah seberapa besar mimpi itu, tapi sebesar apa kita untuk mimpi itu."

Sang Pemimpi adalah sekuel dari Laskar Pelangi yang sangat sukses dan terkenal tahun 2008 kemarin. Kembali diangkat dari novel tetralogi Laskar Pelangi kedua, Sang Pemimpi, karya Andrea Hirata. Kalau di Laskar Pelangi kita diceritakan tentang masa kecil para anak-anak dari Belitung, kali ini Sang Pemimpi mengangkat masa remaja anak-anak tersebut yang telah beranjak dewasa. Berfokus pada pertemuan Ikal (Vikri Setiawan) dengan Arai (Ahmad Syaifullah) yang baru ditinggal mati kedua orang tuanya. Arai merupakan sepupu jauh Ikal, dikarenakan tidak ada yang mengurus, Arai lalu tinggal bersama Ikal dan keluarga. Disini diceritakan bahwa Arai adalah orang yang selalu mengajak Ikal untuk memiliki mimpi-mimpi, salah satunya adalah mimpi untuk mendapatkan beasiswa di Paris dan berkeliling Eropa. Selain Ikal dan Arai, mereka juga bersahabat dengan Jimbron (Azwir Fitrianto) yang juga adalah anak yatim piatu, seorang anak beragama islam yang soleh, namun diurus oleh salah seorang teman keluarganya yang adalah seorang pastur Katolik. Kita diajak ikut menikmati keseruan masa remaja mereka bertiga. Karakter ketiga tokoh diatas juga digambarkan dengan jelas dalam film, seperti misalnya Ikal yang lebih pendiam, namun pintar dan sangat sayang pada ayahnya. Arai, sang pemimpi yang nakal, namun selalu mempunyai daya kreatifitas yang lebih dan jatuh cinta pada teman sekelasnya, Zakiah Nurmala (Maudy Ayunda). Jimbron, anak yang gagap sepeninggal orang tuanya, sangat menyukai dan terobsesi dengan kuda. Sesuai dengan judulnya, Sang Pemimpi menceritakan hal-hal positif tentang bagaiman caranya meraih mimpi-mimpi kita. Jangan hanya bermimpi yang setinggi langit, kita juga harus berusaha sekuat tenaga untuk mewujudkan mimpi tersebut. Saya belum membaca semua novel Andrea Hirata, jadi penilaian saya terhadap film ini dan Laskar Pelangi murni dari pandangan penonton yang sama sekali belum membaca novelnya. Menurut saya filmnya baik, namun saya tetap lebih suka dengan Laskar Pelangi. Durasi yang terlalu panjang dan banyaknya adegan yang tidak terlalu penting mungkin yang menjadi faktor kenapa film ini sedikit membosankan di pertengahan. Namun beruntung, film ini digarap oleh sutradara handal, Riri Riza, lalu akting para pemain yang luar biasa, mulai dari pemain-pemain baru remaja maupun senior seperti Mathias Muchus dan Rieke Diah Pitaloka. Kalau di Laskar Pelangi ada Cut Mini dengan karakter guru yang sangat mencuri perhatian, di Sang Pemimpi ada Nugie yang juga menjadi seorang guru bernama Pak Balia. Nugie ternyata bermain sangat baik disini. Lukman Sardi dan Ariel 'Peterpan' juga bermain di film ini sebentar, menceritakan sedikit tentang Ikal dan Arai dewasa. Siap-siap saja melihat akting mereka berdua di sekuel selanjutnya. Menurut saya Ariel bermain cukup baik untuk ukuran pemula, hanya saja wajahnya terlihat kurang meyakinkan sebagai orang 'susah'. Lukman Sardi sih cocok sekali, aktingnya pun tidak perlu diragukan lagi. Kita tunggu saja sambungannya! :)