Showing posts with label MANDARIN. Show all posts
Showing posts with label MANDARIN. Show all posts

February 6, 2011

REVIEW: SHAOLIN

























“The new version of Shaolin movie.”

Tentu sudah banyak yang mengetahui film ‘The Shaolin Temple’ yang sukses pada tahun 1981. Film tersebut sangat terkenal dan membuat nama Jet Li melejit pesat. Kali ini sutradara veteran, Benny Chan, membuat remake film tersebut namun dengan plot cerita yang telah di modifikasi. Membawa nama-nama besar seperti Andy Lau, Jackie Chan, dan Nicholas Tse. Dalam Shaolin buatan Chan, adegan kungfu yang disajikan tidak terlalu banyak, sepertinya Chan memang lebih fokus pada alur cerita dan kualitas akting serta emosi para pemainnya.

Setting film ini diceritakan pada awal abad ke-20, dimana seorang panglima perang bernama Hou Jie (Andy Lau) tidak pernah memikirkan rakyat dan selalu mementingkan diri sendiri. Ia terobsesi dengan peperangan dan harta karun. Sifatnya angkuh dan sombong. Ia pun sampai berani masuk ke kuil Shaolin dan mengganggu ketenangan disana sewaktu mengejar musuh. Namun semuanya mendadak berubah ketika orang kepercayaannya, Cao Man (Nicholas Tse), malah menghianati dan membunuh anak perempuannya serta membuat sang istri (Fan Bing Bing) pergi meninggalkannya. Dengan bantuan dari juru masak kuil Shaolin (Jackie Chan), Hao Jie disarankan untuk bersembunyi di kuil tersebut untuk sementara waktu. Ia pun mulai bertobat dan berlatih kungfu.

Akting Andy Lau dalam film ini menurut saya sangat bagus, perubahan ekspresi dari ‘keras’ menjadi ‘lemah’ dibawakannya dengan meyakinkan. Akan tetapi, memang harus saya akui kalau dalam segi martial arts, Andy Lau masih tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan Jet Li atau Jackie Chan. Beruntung, adegan kung fu yang dibawakannya dalam film ini hanya sedikit saja. Malah kehadiran Jackie Chan yang hanya sekilas membuat penonton terhibur sekali. Chan yang umurnya sudah tidak muda lagi hanya melakukan aksi kung fu sekilas namun berhasil membuat saya puas. Sedikit kekecewaan saya dapatkan dari Nicholas Tse yang menurut saya aktingnya monoton dari awal hingga akhir.

Shaolin tentu adalah sebuah film yang sayang untuk dilewatkan. Apalagi jajaran nama pemainnya sudah sangat dikenal dan termasuk para pemain yang lovable. Sinematografi dalam film ini juga sangat indah, setting kuil Shaolin juga bagus dengan latar belakang pegunungan dan tebing. Plot cerita memang biasa saja, ending pun menurut saya terlalu klise, namun dengan akting jempolan dari Andy Lau saya rasa hal tersebut tidak jadi masalah. Secara keseluruhan , Shaolin berhasil menjadi tontonan yang menghibur sekaligus memiliki nilai filosofi tinggi.





May 6, 2010

REVIEW: IP MAN 2




































"I am Ip Man of Wing Chun."

Pada Ip Man pertama tahun 2008 yang lalu kita dikenalkan kepada Ip Man, sosok guru dari seorang ahli bela diri Cina legendaris, Bruce Lee. Filmnya bercerita tentang kehidupan Ip Man di Foshan, Cina, dimana pada saat itu Cina sedang dijajah oleh Jepang pada sekitar tahun 1930an. Film ini masuk ke belasan nominasi di Hongkong Film Awards 2009 dan berhasil memenangkan dua diantaranya yaitu kategori Best Film dan Best Choreography. Hal yang wajar, karena menurut saya Ip Man adalah sebuah film martial-art yang memiliki jalan cerita yang menarik untuk diikuti, disertai dengan koreografi dan akting para pemain yang mumpuni. Film ini pun banyak digemari oleh orang-orang di luar negeri, termasuk Indonesia.

Melihat kesuksesan pada film pertama, saya awalnya sedikit skeptis dengan sekuel lanjutannya. Saya bertanya-tanya apakah Ip Man 2 akan lebih baik dari yang pertama? At least bisa menyamai kualitas film pertamanya. Terus terang saya kurang begitu yakin, karena biasanya sekuel dari sebuah film yang laris akan berada selevel dibawah film pertama atau malah akan terpuruk jauh dibawah film pertamanya. Tetapi ternyata saya salah, Ip Man 2 lebih baik dari yang pertama. Kalau saya bisa mengatakan Ip Man adalah sebuah film yang baik, maka Ip Man 2 adalah sebuah film yang lebih baik lagi. Saya termasuk bukan orang yang ngefans dengan film mandarin bertema martial-art, saya hanya sekedar menonton saja, namun tidak pernah memfavoritkannya. Namun tampaknya kedua film Ip Man ini telah mengubah pandangan saya, ternyata sebuah film martial-art mandarin akhirnya bisa juga menjadi favorit saya!

Ip Man 2 berkisah tentang Ip Man (Donnie Yen) dan keluarganya yang memutuskan untuk pindah ke Hongkong setelah selamat dari penjajahan Jepang di Foshan. Pada saat itu Hongkong masih dijajah oleh koloni Inggris. Keadaan ekonomi Ip Man juga sedang terpuruk, ia kesulitan membayar biaya sewa rumah dan uang sekolah anaknya. Bermodalkan kungfu aliran Wing Chun yang amat dikuasainya, ia memutuskan untuk membuka sekolah bela diri. Akan tetapi mengajar bela diri di Hongkong tidak semudah seperti di Foshan dulu. Ia harus berhadapan dengan para ketua dari aliran lain dulu sebelum diperbolehkan mengajar kungfu. Ip Man mau tidak mau harus meladeni tantangan ini, ia pun dihadapkan dengan Master Hung (Sammo Hung) dari aliran Hung Ga. Namun, masalah yang ada pada film ini bukan terjadi antar aliran namun dengan Twister (Darren Syahlavi), seorang jawara tinju yang didatangkan oleh koloni Inggris pada saat kompetisi tinju. Twister menghina dan melukai hati rakyat Cina dengan mengatakan hal yang menyakitkan tentang kungfu. Tentu saja Ip Man dan teman-teman tidak tinggal diam.

Melihat Donnie Yen yang berperan sebagai Ip Man saya tidak bisa membayangkan orang lain lagi. Jackie Chan atau Jet Li sekalipun tampaknya tidak akan terlihat begitu menyatu dengan karakter Ip Man. Donnie Yen seperti sudah ditakdirkan untuk memerankan tokoh Ip Man, ekspresi wajahnya, gerakannya, ketenangannya, semua menampilkan sebuah aura yang begitu kuat. Di Ip Man 2, Donnie kembali menunjukkan performa akting dan keahlian wushu-nya yang luar biasa. Apalagi kali ini aktor senior yang juga ahli wushu, Sammo Hung, ikut bermain dalam film ini. Sammo Hung tadinya hanya menyusun seluruh koreografi dalam film Ip Man, namun sekarang ia ikut bermain sekaligus kembali menyusun adegan koreografi dalam Ip Man 2. Koreografi dalam kedua film Ip Man benar-benar indah dipandang mata. Lalu, siapa bilang orang bertumbuh gemuk tidak bisa kungfu? Tonton aksi Sammo Hung dalam film ini! Meski sudah berumur dan tidak memiliki tubuh ideal, namun gerakan kungfunya masih sangat luwes. Salut!

Ip Man 2 menurut saya merupakan sebuah film martial-art mandarin yang wajib anda tonton. Tidak masalah meskipun anda belum menonton yang pertama, karena film ini memiliki plot cerita yang simple, jadi dijamin anda akan mengerti. Film ini mungkin bisa dikatakan sebuah film martial-art yang mendekati sempurna, karena meskipun bertemakan martial-art, namun film ini dikemas dengan cara penuturan cerita yang tidak 'ngasal' dan juga diselingi humor-humor yang segar. Cerita di Ip Man 2 memang jauh lebih datar dibanding yang pertama, namun masih sangat enjoyable dan mengandung nilai-nilai yang bisa kita pelajari. Nilai-nilai seperti cinta dan menghargai budaya negeri sendiri sangat kental disini. Akting para pemain utama dalam film ini juga patut diacungi dua jempol. Overall, very recommended movie, even though you're not Chinese, try to watch this one! :)





April 7, 2009

REVIEW: THE SHINJUKU INCIDENT






































Mau liat Jackie Chan berperan beda dari biasanya? Berarti wajib nonton The Shinjuku Incident nih! Hohoho.. Di film ini kita bakal liat sisi lain dari seorang Jackie Chan yang biasanya tampil jago berantem dan lucu. Ceritanya tentang komunitas imigran gelap asal China yang tinggal di Tokyo. Jackie Chan disini berperan sebagai Steelhead, seorang pekerja keras yang jujur dari China. Steelhead berangkat ke Jepang untuk mencari kekasihnya, Xiu Xiu (Xu Jinglei), yang hilang disana. Bersama saudaranya, Jie (Daniel Wu), dan beberapa imigran gelap asal China lainnya, Steelhead tinggal dan berusaha untuk bertahan hidup di Jepang. Namun naasnya, ia akhirnya mengetahui kalau kekasihnya tersebut telah menjadi istri dari seorang pemimpin Yakuza di Shinjuku bernama Eguchi (Masaya Kato). Beruntung ia bertemu dengan pekerja cafe asal China juga, Lily (Fan Bingbing), yang setia menemani. Karena sakit hati, Steelhead yang tadinya polos akhirnya ikut dengan teman" seperjuangannya untuk mencari uang dengan cara menipu sana sini. Puncaknya pada saat keadaan membuatnya masuk ke lingkaran Yakuza dan menjadi pemimpin di salah satu wilayah di Shinjuku. Saya tidak mau terlalu spoiler disini, nanti yang belum nonton malah jadi ga seru dong! Hehe.. Beberapa bagian di film ini cukup sadis lho, soalnya banyak juga adegan" yang disensor tadi. Paling merinding pas adegan tangan dipotong! Saya malah dengar desas desus katanya film ini ga lolos sensor di China sana. Ga tau deh bener atau ngga. Jalan cerita film ini cukup kuat, moral yang disampaikan juga bagus. Intinya, orang yang paling baik pun kalau sudah punya kekuasaan di tangan pasti bisa gampang berubah! Well, banyak yang bilang Jackie Chan kurang cocok berperan seperti ini, tapi menurut saya cocok" aja koq. Kayaknya sudah waktunya deh buat om Jackie pensiun berantem terus, kasian khan mengingat usianya yang bertambah tua, pasti stamina fisik juga berkurang. Aktingnya disini menurut saya malah passssss, kesannya orang baik yang terdesak keadaan dan jadi beringas gitu. Ada satu lagi peran yang cukup mencuri perhatian, yaitu aktor Jepang Naoto Takenaka yang berperan jadi polisi Kitano. Hubungan yang dijalin antara Kitano dan Steelhead kerasa banget. Selain Naoto Takenaka, aktor Jepang lainnya yaitu Masaya Kato juga cocok banget jadi pimpinan Yakuza, wibawanya ada. Daniel Wu yang kedapatan peran sebagai Jie juga mampu menjalankan tugas dengan baik, yang awalnya penakut, lalu malah jadi pemberontak dan nyebelin. The Shinjuku Incident termasuk film Mandarin yang wajib tonton deh! Apalagi didukung dengan para pemainnya yang multinational (Hongkong, Taiwan, Jepang).

January 24, 2009

REVIEW: RED CLIFF 2






























Red Cliff salah satu film mandarin yang masuk ke daftar wajib tonton saya! Dengan bertambahnya Red Cliff, John Woo sang sutradara pun pantas menerima predikat sineas Asia paling berbakat saat ini (menurut saya lho). Dengan budget $80juta ia sudah dengan sangat apik mempersembahkan film sejarah perang terbesar di tanah China. Sedikit flashback ke Red Cliff 1, film pertama ini mengisahkan ambisi besar Perdana Menteri Cao Cao yang ingin menyatukan semua daratan China dibawah dinasti Han. Kemudian mulailah ia menyerang kerajaan" Xu di bagian barat dan Wu di bagian selatan. Di Film Red Cliff I Cao Cao berhasil menggempur habis-habisan, Liu Bei dipaksanya untuk melarikan diri ke utara. Atas diplomasi sang ahli strategi perang Zhu ge Liang, kerajaan Wu yang dipimpin oleh Sun Quan berhasil bersekutu dengan Jendral Zhou Yu untuk melawan Cao Cao. Film diakhiri dengan kekalahan Cao Cao menghadapi strategi perang formasi kura-kura Zhu ge Liang dan 2 ribu kapal menuju Red Cliff untuk menggempur habis kerajaan Wu. Di Red Cliff 2 menggambarkan puncak perperangan di karang merah yang merupakan awal dari runtuhnya Dinasti Han sehingga berubahnya sejarah negeri China. Kekuatan Perdana Menteri Cao Cao yang berjumlah 10 kali lebih besar pada akhirnya telak dihancurkan oleh secangkir teh! Hohoho.. Jujur saja saya lebih suka dengan Red Cliff 1! Di film pertama menurut saya penyajian karakternya terasa lebih pas dan adil. Namun di Red Cliff 2 lebih banyak porsi perangnya, bukannya ga keren lho, tapi mungkin karena saya perempuan kali yaa, jadi kurang suka kalau perangnya terlalu banyak menyita sepanjang film. Tapi overall Red Cliff 1 dan 2 masuk kategori recomended chinese movie versi Jagoan Movies deh! Btw, buat yang pengen nonton Red Cliff 2 tapi belum nonton yang pertama, saya saranin buat beli dvdnya dulu aja, soalnya temen saya yang belum nonton versi pertamanya ngaku ga ngerti jalan ceritanya.