Showing posts with label FAMILY. Show all posts
Showing posts with label FAMILY. Show all posts

August 18, 2011

REVIEW: HARRY POTTER AND THE DEATHLY HALLOWS: PART 2




































"It all ends."

Usai sudah franchise yang luar biasa sukses selama hampir 14 tahun terakhir ini dan disukai oleh banyak orang dari seluruh penjuru dunia, Harry Potter and the Deathly Hallows: Part 2 menjadi film Harry Potter ke-8 sekaligus menjadi film penghabisan. Bagi para penggemar setianya, sudah pasti ini membawa kesedihan yang luar biasa. Apalagi bagi mereka yang merasa 'tumbuh' bersama dengan Harry, Ron, dan Hermione. Meskipun saya bukan penggemar fanatik, saya pun merasa sedih karena tahun depan sudah tidak ada lagi hype Harry Potter yang seketika membuat bioskop penuh sesak. Tapi saya juga senang, karena film ini ditutup dengan sedemikian memuaskan oleh David Yates. Big thanks to him! Berhubung saya bukan pembaca novelnya, jadi saya tidak berhak memberikan komentar mengenai adaptasi yang ada, tapi saya puas sekali dengan apa yang saya tonton. Harry Potter and the Deathly Hallows: Part 2 merupakan salah satu film Harry Potter terbaik dari yang ada.

Harry (Daniel Radcliffe), Ron (Rupert Grint), dan Hermione (Emma Watson) melanjutkan misi terakhir dan yang paling menentukan guna mengalahkan Lord Voldermort (Ralph Fiennes). Hanya tinggal tiga buah Horcruxes yang belum diketemukan, apabila mereka bisa menemukan sisanya maka sudah pasti rencana akan berjalan lancar. Namun misi mereka menemukan letak Horcruxes diketahui oleh Voldertmort dan tentu saja pertempuran besar pun tak terhindari lagi. seluruh kekuatan dan pendukung Voldermort melawan para pendukung Harry Potter dari Hogwarts bertempur habis-habisan. Namun, yang pada akhirnya dapat mengalahkan Voldertmort hanyalah Harry seorang.

Diantara semua film Harry Potter yang ada, saya berani mengatakan kalau film ini lah yang memiliki visual efek paling jempolan. Luar biasa halus dan memanjakan mata! Part 2 juga merupakan film Harry Potter dengan adegan pertempuran yang paling intens dan menegangkan. Memang plot dari Part 2 ini tidak terlalu istimewa, namun adegan action tanpa henti yang disajikan disini sungguh membuat jantung berdetak lebih cepat, penonton seakan tidak sabar melihat Harry Potter vs. Lord Voldertmort, setelah menunggu sampai delapan film! Fiuhh..finally. Karakter Neville Longbottom (Matthew Lewis) merupakan karakter yang paling saya sukai dari film ini. Begitu juga pada saat terungkapnya asal usul Professor Severus Snape (Alan Rickman), menurut saya scene tersebut digambarkan dengan baik sekali, sangat menyentuh namun tidak cengeng.

Para pemain utama seperti Daniel, Rupert, dan Emma terlihat sekali memberikan performa yang juga 'habis-habisan'. Disamping penampilan mereka yang terlihat lebih mature, kualitas akting yang ada dalam Part 2 juga terasa lebih matang dan prima. Bukan hanya mereka, menurut saya seluruh cast yang terlibat dalam film ini sepertinya memang berusaha mati-matian membuat film ini menjadi film penutup yang baik. Dan mereka berhasil! Apalagi yang penonton harapkan? Ini sudah lebih dari cukup dan menurut saya David Yates sudah mampu memenuhi ekspektasi para penggemar. Saya pribadi sangat puas dengan film ini. Sedih juga rasanya menerima kenyataan kalau film ini akhirnya sudah selesai. Tapiii..well done! Overall, sangat amat memuaskan! :)





August 24, 2010

REVIEW: CATS & DOGS: THE REVENGE OF KITTY GALORE




































"Purr-fessional Spy."

Melihat anjing dan kucing bermain dalam satu film sepertinya memang sangat menghibur. Cats & Dogs (2001) merupakan film keluarga yang lumayan menghibur, saya suka menontonnya. Namun sayang sekali sekuelnya Cats & Dogs: The Revenge of Kitty Galore menurut saya adalah sebuah sekuel yang gagal. Entah kenapa saya tidak menemukan sesuatu yang spesial dalam film ini, mungkin hanya anak kecil saja yang bisa menikmatinya. Cerita film ini sangat membosankan untuk diikuti, karakter-karakter anjing dan kucing yang ada juga tidak mampu membuat saya betah duduk di bangku bioskop. Entahlah, biasanya saya suka dengan film yang bertema binatang, melihat para binatang yang lucu saja saya sudah merasa terhibur, tanpa harus didukung dengan jalan cerita yang istimewa. Sayang sekali, saya tidak menyukai film ini.

Cats & Dogs: The Revenge of Kitty Galore masih mengangkat tema yang sama dengan pendahulunya, yaitu tentang perseteruan antara anjing dan kucing. Kali ini seekor anjing polisi yang tidak terlalu hebat, Diggs (James Marsden), harus menerima nasibnya untuk dikurung karena telah melakukan suatu kesalahan dalam misi terakhir. Namun tiba-tiba ia didatangi oleh seekor anjing yang ternyata adalah agen rahasia, Butch (Nick Nolte). Diggs lalu diajak untuk ikut kedalam kesatuan agen rahasia anjing yang bertugas memerangi kejahatan. Kali ini kawanan anjing itu harus menangkap Kitty Galore. Kitty adalah salah satu anggota MEOWS (agen rahasia khusus kucing) yang berubah menjadi jahat karena trauma masa lalu yang buruk dengan majikannya. Ia sekarang sedang mempersiapkan sesuatu yang jahat guna membuat para anjing menjadi tidak terkendali. Diggs dan Butch lalu dibantu oleh seekor burung merpati bernama Seamus (Katt Williams) dan seekor agen MEOWS, Catherine (Christina Applegate).

Terus terang pada saat melihat trailer film ini saya sudah yakin akan menontonnya di bioskop, karena trailernya terlihat sangat menggemaskan dan menghibur. Akan tetapi yang bagus dari film ini ternyata hanyalah potongan-potongan adegan yang sudah saya lihat di trailer. Selebihnya, tidak ada yang menarik. Filmnya dibuat terlalu untuk konsumsi anak kecil sehingga mungkin bagi penonton dewasa sepertinya hanya membuat kita rugi bila membeli tiket bioskop untuk menyaksikan film ini. Karakter-karakter anjing dan kucing yang ada disini juga ternyata tidak ada yang terlalu 'imut' sehingga saya biasa-biasa saja, apalagi jalan ceritanya juga tidak enak diikuti. Lelucon yang ada pun tidak membuat saya tertawa terbahak-bahak. Untung sekali saya tidak menonton versi 3D-nya karena pasti akan menyesal setengah mati begitu selesai menonton. Saran saya, tidak perlu menonton film ini kalau tidak mengajak anak / adik / keponakan anda yang masih kecil, karena memang cuma mereka yang akan suka. :)





June 18, 2010

REVIEW: THE KARATE KID




































"Win or lose, I don't wanna be afraid anymore"

The Karate Kid adalah sebuah remake dari film klasik berjudul sama yang terkenal pada tahun 1984. Meski saya belum menonton versi asli, namun dari review yang ada mengatakan bahwa film ini cukup setia mengikuti alur aslinya, bahkan lebih baik. Namun ada satu hal yang janggal, yaitu tidak ada karate disini, melainkan kung fu. Banyak yang menyarankan kalau film ini lebih pantas disebut 'Kung Fu Kid'. Menurut saya karate atau kung fu tidak terlalu menjadi bermasalah, yang terpenting adalah film ini menghibur. Faktor utama yang menarik saya untuk menonton tentu saja adalah Jaden Smith. Anak dari aktor kawakan Will Smith yang sangat mencuri perhatian dalam The Pursuit of Happyness (2006) ini memang sudah membuat saya jatuh cinta ketika itu, sekarang saya penasaran bagaimana aksinya dalam The Karate Kid!

Filmnya bercerita tentang Dre Parker (Jaden Smith) yang harus pindah dari Detroit menuju Cina bersama ibunya Sherry Parker (Taraji P. Henson), dikarenakan pekerjaan sang ibu menuntut mereka untuk pindah. Sesampai di Cina, Dre langsung jatuh hati dengan teman sekolahnya yang bernama Meiying (Wenwen Han). Namun ternyata ia pun harus berurusan dengan sang jagoan sekolah, Cheng (Zhenwei Wang) dan komplotannya. Di hari pertama saja Dre sudah dipukuli sampai babak belur. Dre pun ketakutan dan tidak bisa membayangkan bagaimana nasipnya di negara baru itu, bahkan di sekolah ia setiap hari harus menghindar dari Cheng dan kawan-kawan agar tidak diganggu dan dipukuli. Beruntung ternyata tukang memperbaiki alat di tempat tinggalnya, Mr.Han (Jackie Chan), jago kung fu dan mau mengajarinya agar ia tidak perlu ketakutan lagi.

Two tumbs up untuk akting Jaden Smith disini, meskipun bermodalkan nama besar ayah dan ibunya namun Jaden membuktikan kalau dirinya mampu bermain dengan baik bahkan sejak usia dini. Saya yakin kalau Jaden sangat bekerja keras berlatih kung fu untuk dapat bermain dalam film ini. Mengingat usianya yang masih sangat muda, saya salut! Di lain pihak, dengan usia yang sudah tidak muda lagi, Jackie Chan masih belum kehilangan pesonanya. Gerakannya tetap sangat lincah dan didukung akting yang luar biasa. Begitu juga dengan Taraji P. Henson yang kembali bermain baik setelah juga bermain mengesankan dalam The Curious Case of Benjamin Button (2008). She was so hilarious in this movie! Para pemain utama disini melakukan tugasnya dengan sangat baik, well..meskipun anak-anak Cina yang bandel itu wajahnya mengesalkan sekali. Hehe..

Plot cerita The Karate Kid bisa dibilang biasa-biasa saja, tidak ada yang istimewa dan sudah sangat tertebak dari awal. Durasinya memang sedikit terlalu panjang menurut saya, namun tetap menghibur melihat tingkah pola Jaden Smith yang super imut. Apalagi melihat kalau pada akhirnya ia bisa menaklukkan kung fu! Puas rasanya. Film ini sangat cocok untuk ditonton keluarga; hiraukan jalan cerita, nikmati saja filmnya, ikut tertawa dengan seisi bioskop lainnya, dijamin anda pasti akan terhibur. Intinya, film ini sama sekali tidak mengecewakan. :)





March 20, 2010

REVIEW: HACHIKO: A DOG'S STORY




































"A true story of faith, devotion, and undying love."

Film ini diangkat dari sebuah kisah nyata di Jepang pada tahun 1920an. Seekor anjing jenis Akita bernama Hachi yang setia menunggu pemiliknya yang telah meninggal dunia, Professor Ueno, di depan stasiun kereta api Shibuya setiap hari selama 9 tahun. Di Jepang cerita ini sangat terkenal, sangking terkenalnya sampai dibangun sebuah patung Hachi tepat di tempat dimana ia setiap hari menunggu di depan stasiun tersebut. Banyak turis yang datang kesana hanya untuk berfoto dengan patung Hachi. Cerita ini memang dapat membuat setiap orang yang mendengarnya terharu, dimana seekor anjing kesetiaannya dapat melebihi seorang manusia. Di Jepang, cerita tentang Hachi juga telah banyak dijadikan film dan kartun, sampai akhirnya sekarang Hollywood pun membuat film yang diadaptasi dari cerita ini.

Bercerita sama dengan kisahnya, film ini mengenalkan kita dengan Hachi, seekor anjing jenis Akita yang sangat lucu dan manis. Hachi tidak sengaja bertemu dengan Professor Parker Wilson (Richard Gere) di stasiun kereta api ketika sang Professor sedang dalam perjalanan pulang ke rumah. Parker berusaha mencari pemilik Hachi dengan menempelkan brosur di sekitar tempat itu namun tidak ada yang mengakui Hachi. Akhirnya Parker yang memang sudah jatuh hati dengan Hachi memutuskan untuk merawatnya di rumah. Awalnya sang istri, Cate (Joan Allen) tidak setuju dengan niat ini, karena ia merasa akan repot sekali memelihara anjing, akan tetapi setelah melihat suami dan anaknya sangat menyayangi Hachi, Cate pun mengalah. Hachi adalah seekor anjing yang sangat pintar, setiap hari ia mengantar Parker ke stasiun lalu kembali lagi kesana pada pukul 5 sore untuk menjemputnya. Ini Hachi lakukan setiap hari selama 2 tahun lamanya. Sampai suatu hari sang Professor tak kunjung pulang, Hachi menunggu dan selalu menunggu tapi Parker tak pernah datang lagi. Hachi yang sangat sayang kepada Parker akhirnya selalu menunggu di stasiun tersebut setiap hari selama 9 tahun!!! Orang-orang di sekitar stasiun sudah mengenal Hachi, seperti penjual hot dog, petugas stasiun, dan yang lainnya. Mereka kasihan melihat Hachi, lalu memberinya makan dan menyapanya setiap hari. :'(

Saya sudah menonton film ini dua kali dan film ini berhasil membuat saya menangis hebat. Saya memang tidak kuat bila menonton film-film sedih, apalagi yang bertemakan binatang. Saya pernah memelihara dua ekor anjing jenis pom (Mickey dan Molly), lalu yang terakhir saya memelihara seekor anjing jenis pug (Hiro) yang sangat lucu. Semuanya sudah tidak ada lagi sekarang (hikz), ketika menonton film ini saya menjadi teringat akan anjing-anjing peliharaan saya. Menurut saya, setiap orang yang pernah memelihara binatang pasti akan sangat terharu menonton film ini, apalagi kalau mengingat film ini diangkat dari kisah nyata, saya jamin air mata anda akan banjir. Pemilihan Richard Gere sebagai bintang utama disini saya rasa tepat sekali, aktingnya sangat membaur dan cocok. Saya tidak bisa membayangkan bila karakter Professor Parker diperankan oleh aktor lain, emosinya pasti tidak akan sehebat ini. Ekspresi anjingnya juga sangat memelas, hebat! Menurut saya Hachiko adalah salah satu dari sekian banyak film bertema binatang yang wajib anda tonton.





March 5, 2010

REVIEW: ALICE IN WONDERLAND




































"This is impossible. Only if you believe it is."

Pertama kali tahu bahwa film Alice in Wonderland akan disutradarai oleh sutradara nyentrik Tim Burton saya langsung semangat dan menaruh ekspektasi yang sangat tinggi karena saya pikir film ini memang cocok sekali jika digarap oleh Tim Burton. Apalagi begitu tahu ada Johnny Depp dan Helena Bonham Carter, wow! Ternyata, entah karena ekspektasi yang terlalu tinggi atau bukan, film ini seperti kehilangan magic seorang Tim Burton. Saya mengira film ini akan sehebat karya Burton sebelumnya seperti Edward Scissorhands atau Big Fish, tapi Alice in Wonderland terlihat seperti bukan buatan Burton. Ceritanya sangat datar dan mudah ditebak, ditambah lagi dengan pemilihan Mia Wasikowska sebagai Alice yang ternyata belum terlalu bisa berakting. She absolutely had no connection with her character in this movie.

Kisah dibuka dengan Alice kecil yang selalu mengalami mimpi yang sama berulang-ulang, tentang suatu tempat asing yang memiliki kelinci putih, kucing tersenyum, ulat bulu besar berwarna biru, dan makhluk aneh lainnya. Beruntung sang ayah adalah seorang yang imaginatif dan selalu mengatakan bahwa tidak ada hal yang tidak mungkin di dunia ini. Tiga belas tahun kemudian Alice Kingsley (Mia Wasikowska) telah beranjak remaja, ayahnya telah meninggal dunia. Ia tengah berada dalam sebuah situasi dimana sang ibu dan saudara perempuannya memaksa agar ia mau menikah dengan pemuda bangsawan yang aneh. Ketika pemuda tersebut ingin melamarnya, tiba-tiba saja Alice melihat kelinci putih yang selalu ada dalam mimpinya sejak kecil. Ia mengikuti kelinci tersebut sampai akhirnya terperosok dalam sebuah lubang yang membawanya ke Underland. Lalu disana Alice bertemu dengan The Mad Hatter (Johnny Depp) yang memberitahunya kalau ia lah yang ditakdirkan membantu The White Queen (Anne Hathaway) untuk merebut kembali haknya sebagai pemimpin Underland dari tangan jahat The Red Queen (Helena Bonham Carter). Disana Alice juga bertemu dengan makhluk yang sudah sering ia lihat dalam mimpinya seperti Tweedledee/Tweedledum, Cheshire Cat, Blue Caterpillar, White Rabbit, dan makhluk lainnya. Lalu dimulailah petualangan Alice!

Kenapa Tim harus merubah Wonderland menjadi Underland? Sounds soooo weird.. Menurut saya itu hal yang tidak perlu dilakukan, seperti membuang sebuah esensi penting dalam film ini. Dengan naskah yang tidak dapat dibanggakan, beruntung Alice in Wonderland dikemas dalam visualisasi yang menarik khas Tim Burton. Sedikit lega melihat masih ada sedikit sentuhan Burton melalui gambar yang berwarna-warni tapi tetap sekaligus memberikan kesan misterius, karakter makhluk yang diperbaharui menjadi lebih segar dan unik. Akan tetapi ada bagian dari film ini yang terasa terlalu berlebihan dalam hal CGI, bahkan beberapa karakter benar-benar terlihat seperti kartun, bukan animasi. Animasi yang ditampilkan terkesan masih 'setengah matang'. Belum lagi saya dengar versi 3D-nya juga tidak terlalu terasa. Saya rasa menonton versi 2D sudah cukup. Ending film juga terkesan terburu-buru, keseluruhan film ini sudah dapat saya tebak dengan mudah dari awal. Ya, saya tahu ini memang diadaptasi dari serial anak-anak, tapi yang satu ini memang terasa too plain, too simple, too flat..

Dari semua kekurangan yang sudah saya sebutkan diatas, saya tetap tidak bisa bilang film ini jelek karena memang film ini cukup fun dan entertaining. Tepuk tangan meriah saya berikan untuk Helena Bonham Carter, istri Tim Burton, yang bermain sangat apik dalam memerankan karakter The Red Queen. Teriakan, intonasi, dan gelagatnya sangat pas dengan peran yang harus ia mainkan. Belum lagi dandanannya yang freak dengan kepala berbentuk hati yang super besar dan bibir love ala Jeng Kelin. Menghibur sekali. Johnny Depp yang memerakan The Mad Hatter memang jagonya peran-peran nyeleneh seperti ini dan sepertinya ia tidak kesulitan dengan perannya kali ini. Anne Hathaway tampil membawakan karakternya sebagai The White Queen yang sebenarnya agak konyol menurut saya, dengan tangan yang selalu melambai-lambai kesana kemari, but never mind, mungkin memang harus begitu. Ia cukup baik membawakan perannya. Seandainya saja peran Alice bukan dimainkan oleh Mia Wasikowska, entahlah.

Overall, film ini tetap layak untuk ditonton. Ceritanya standar namun dikemas dalam visualisasi yang indah dan sedap dipandang mata. Bagi yang tidak punya harapan terlalu tinggi pada film ini pasti akan sangat terhibur. Mungkin review saya kali ini sedikit subjektif karena saya terlalu mengharapkan sesuatu yang lebih dari seorang Tim Burton. Sudah pasti hal ini turut terpengaruhi oleh ekspektasi saya sejak awal. Namun biar bagaimanapun juga saya cukup menikmati film ini. In the end...it's NOT A BAD MOVIE at all, it's surely a perfect movie for family, but definitely not what I'd expected. :)





February 12, 2010

REVIEW: PERCY JACKSON & THE OLYMPIANS: THE LIGHTNING THIEF




































"Greek mythology in a new modern way"

Percy Jackson & the Olympians: The Lightning Thief diadaptasi dari buku karya Rick Riordan yang pertama dari total lima buku yang ada dalam kisah Percy Jackson & the Olympians. Disutradarai oleh Chris Columbus yang pernah menyutradarai Harry Potter pertama dan kedua. Sudah pasti film ini akan dibanding-bandingkan dengan kesuksesan luar biasa dari film Harry Potter. Saya sendiri belum membaca bukunya, jadi review saya kali ini tidak bisa membahas tentang sukses atau tidaknya film ini mengadaptasi bukunya.

Bercerita tentang Percy Jackson (Logan Lerman) seorang remaja yang tidak tahu kalau dirinya seorang demigod (manusia setengah dewa), ayahnya adalah Poseidon si Raja Lautan (Kevin McKidd), salah seorang dari tiga dewa tertinggi di Olympus. Tiba-tiba Percy dituduh mencuri tongkat halilintar milik Zeus (Sean Bean), dewa yang paling kuat dan berkuasa. Akhirnya mau tidak mau identitasnya akhirnya harus diketahui Percy. Ia pun dibantu oleh Grover (Brandon T. Jackson) yang selama ini menyamar menjadi teman di sekolahnya, padahal Grover adalah seekor Satyr (manusia setengah kambing), yang bertugas melindungi Percy. Dalam perjalanan ke perkemahan demigod, ibu Percy yang seorang manusia biasa tewas terbunuh. Lalu disana ia juga didatangi oleh Hades (Steve Coogan), dewa neraka yang memberinya penawaran untuk mengembalikan kembali ibunya dengan catatan Percy harus menyerahkan tongkat halilintar milik Zeus itu padanya. Penawaran ini ditolak oleh Mr. Brunner (Pierce Brosnan), seorang Chiron (manusia setengah kuda) yang menjadi guru pembimbing di perkemahan demigod. Namun, atas dasar ingin menyelamatkan sang ibu, akhirnya Percy pun memutuskan untuk pergi ke alam neraka guna menemui Hades dan menjelaskan bahwa dirinya bukanlah pencuri tongkat halilintar tersebut. Tentu Percy tidak sendirian, ia ditemani oleh sang pelindung setia, Grover, dan teman barunya di perkemahan, Annabeth (Alexandra Daddario), putri Dewi Athena. Perjalanan mereka bertiga menuju alam neraka tidak mudah, mereka harus bertemu dengan Medusa (Uma Thurman), ular naga yang memiliki banyak kepala, dll. Apakah Percy Jackson dan kawan-kawan berhasil dalam misinya?

Menurut saya filmnya cukup menghibur, tapi plotnya sangat sederhana dan endingnya predictable. Chemistry antar pemainnya juga kurang terjalin. Special effects pun biasa-biasa saja, tidak istimewa. Akting para pemain senior seperti Pierce Brosnan, Uma Thurman, Rosario Dawson, dan Sean Bean bisa dikatakan baik. Logan Lerman yang notabene pendatang baru juga berhasil mencuri perhatian dengan tampang innocent-nya. Alexandra Daddario yang memiliki wajah cantik juga pasti akan mempermudahnya memperoleh tempat di jagat Hollywood. Pertanyaannya, apakah film ini berhasil menyamai gaung Harry Potter yang pertama? Jawabannya tidak. Harry Potter jauh lebih baik dari Percy Jackson. Setidaknya Harry Potter tidak akan mudah dilupakan sampai tahun-tahun mendatang, namun Percy Jackson sepertinya hanya akan berakhir seperti Narnia yang dari segi kualitas lumayan baik dan laku terjual di pasaran, namun tidak memorable.

Well, tapi tidak rugi koq menonton film ini. Tontonlah dengan ekspektasi yang tidak terlalu tinggi, nikmati filmnya. Beberapa lelucon tokoh Grover berhasil membuat saya tertawa. Saya yakin pasti bukunya lebih bagus dari filmnya, jadi ingin coba baca. Overall, worth to watch and quite entertaining. Sekuelnya, 'Percy Jackson & the Olympians: The Sea of Monsters' direncanakan akan rilis tahun 2012, semoga lebih baik lagi dari yang sekarang. :)





September 26, 2009

REVIEW: G-FORCE 3D























"The world needs bigger heroes."

Kemarin saya nonton G-Force 3D di EX, agak telat memang, maklum lagi libur lebaran gini saudara saya yang dari luar kota pada datang untuk liburan di Jakarta, akhirnya saya harus nemenin mereka kesana kemari. Karena bingung mau ajak kemana lagi, saya ajak saja ke EX untuk cobain nonton film 3D (di tempat asal mereka belum ada 3D, hihi). And....they liked it! Haha.. Sebetulnya 3D G-Force kurang berasa, malah cuma berasa di awal film aja, pertengahan sampai akhir ga berasa kayak nonton 3D! Rugi deh.. Mendingan nonton yang biasa aja. Filmnya sendiri standar lah yaa, tipikal film anak-anak, ringan dan mudah dilupakan. Tapi saya sih suka-suka aja, lumayan menghibur di waktu liburan. Ceritanya tentang sebuah tim dari marmut-marmut yang direkrut sebagai agen rahasia yang diberi nama G-Force. Mereka terdiri dari Darwin, sang pemimpin yang penuh ambisi, Blaster (Tracy Morgan), marmut dengan keahlian senjata dengan sejuta tingkah laku yang ekstrim, Juarez (Penelope Cruz), marmut yang seksi dan memiliki kemampuan bela diri, Mooch (Dee Bradley Baker) marmut ahli dalam mengintai, dan Speckles (Nicholas Cage), marmut dengan keahlian komputer. Mereka ditugaskan oleh pemerintah Amerika dalam misi untuk mencegah seorang milyarder jahat yang ingin menguasai dunia dengan peralatan rumah tangga. Klise? Yaa..namanya juga film hiburan. Hehe.. Tapi soundtracknya lumayan bikin semangat sih, ada Boom Boom Pow, dll. Saran saya, buat yang lagi suntuk silahkan nonton G-Force, pasti terhibur. Jangan nonton versi 3D, yang biasa saja. Simpan uangnya untuk nonton film 3D lainnya, Cloudy with a Chance of Meatballs mungkin? :)




July 19, 2009

REVIEW: HARRY POTTER AND THE HALF-BLOOD PRINCE






































"How grand it must be to be the Chosen One"

I must be honest that I don't really like Harry Potter movie this time. Too much drama. Tapi yaa seperti yang selalu saya bilang di blog ini kalau masalah film itu tergantung selera masing-masing orang. Kalau misalnya saya penggemar berat Harry Potter pastinya saya akan bilang kalau ini bagus sekali, tapi pada kenyataannya saya bukan penggemar fanatik Harry Potter. Dan satu hal lagi, saya belum pernah sekalipun baca novelnya! Yeah, you can call me 'ga gaul', whatever.. Haha.. So, kalau masalah berhasil atau tidaknya film ini membawa esensi novelnya kedalam film, saya tidak bisa komentar apapun. Harry Potter and the Half-Blood Prince bercerita tentang Harry Potter (Daniel Radcliffe), Ron Weasley (Rupert Grint), dan Hermione Granger (Emma Watson) yang kembali ke Hogwarts untuk memulai tahun ajaran baru. Lalu ada pengajar baru di Hogwarts kali ini, bernama Professor Horace Slughorn (Jim Broadbent) yang mengajar cara membuat Poison dan ia juga merupakan teman lama Professor Albus Dumbledore (Michael Gambon). Ternyata Slughorn memegang rahasia penting tentang masa remaja Lord Voldermort yang awalnya bernama Tom Riddle. Selain itu disini juga diceritakan tentang Professor Severus Snape (Alan Rickman) yang bersumpah akan membantu Draco Malfoy (Tom Felton) dalam menjalankan misi Dark Lord guna membunuh Dumbledore. Menurut saya sekuel Harry Potter kali ini terlalu bertele-tele, dari awal sampai akhir tidak ada titik khusus yang membuat kita tegang atau betah nonton. Soooo boringggg.. Sebenarnya kisah percintaan Ron - Hermione dan Harry - Ginny lumayan menarik untuk ditonton, tapi entah kenapa itu tetap tidak membuat saya impress dengan Half-Blood Prince kali ini. Yang patut dibanggakan dari Harry Potter memang special effectsnya, itu saya akui keren. Akting Daniel Radcliffe, Rupert Grint, dan Emma Watson bagus seperti biasanya, secara udah pada jago akting dari kecil gitu lho! Trus, Rupert Grint udah gede sekarang, tambah lucuuu! Emma Watson juga cantik abis yaa sekarang. Kayaknya cuma Daniel Radcliffe yang ga terlalu banyak berubah, masih belum jadi ganteng juga, padahal dulu kecilnya imut banget. Haha.. Btw, kalau ditanya, sampai sekarang favorit saya masih Harry Potter and the Sorcerer's Stone (2001), rasanya saya masih ingat bagaimana hebohnya demam Harry Potter saat itu. Saya sendiri sampai pengen sekolah di Hogwarts! Hehe.. Tapi yaa gitu deh, mungkin karena udah terlalu banyak sekuelnya, saya sendiri memang jadi bosan dengan 'gema' Harry Potter.

July 15, 2009

REVIEW: HANNAH MONTANA THE MOVIE



























"She has the best of both worlds.. now, she has to pick just one."

Jangan kaget! Please, jangan kaget! Okaaaaaay, saya memang nonton Hannah Montana minggu lalu. Jujur, satu-satunya alasan yang bikin saya nonton film ini hanya karena ga ada film lain yang bisa ditonton, Transformers udah, Ice Age udah, sisanya film Indonesia tapi yang kurang menarik gitu. Lagian, bertepatan dengan pemilu, jadi bener-bener bingung mau ngapain lagi selain nonton. Saya ga suka Miley Cyrus (dan Jonas Brother tentunya), udah pada tau khan? Soalnya di blog ini juga pernah saya bahas tentang 'ketidaksukaan' saya sama si Miley aneh ini. Hehe.. Ga tau kenapa, cuma koq kayaknya mukanya ga enak diliat aja gitu. Well, tapi film ini menurut saya lumayan bagus, enak ditonton, ringan, lumayan untuk ngisi masa liburan kemaren. Ternyata filmnya ga se'lebay' muka dan gayanya Miley koq! Saya belum pernah nonton serial Hannah Montana sebelumnya, tapi cukup ngerti nonton filmnya yang ini. Ceritanya tentang Miley Stewart (Miley Cyrus) yang hidup dengan dua kepribadian berbeda, yang satunya adalah sebagai Miley si gadis remaja biasa, dan satunya lagi sebagai artis super tenar idola ABG, Hannah Montana. Karena terlalu terlena dengan hidupnya sebagai Hannah, ayah Miley khawatir kalau Miley akan kehilangan jati dirinya yang sebenernya. Sang ayah, Robby Ray Stewart (Billy Ray Cyrus), akhirnya memutuskan untuk membawa Miley kembali ke kampung halamannya di Crowley Corners, Tennessee. Tentu saja Miley tidak senang dengan keputusan ayahnya, karena jadwalnya sebagai Hannah Montana sedang super padat. Tapi apa boleh buat, lalu Miley pun berusaha sekuat tenaga untuk menikmati kehidupan di pedesaan itu, yang pada akhirnya berhasil ia nikmati. Apalagi disana ia bertemu dengan teman masa kecilnya, Travis Brody (Lucas Till), yang sudah beranjak remaja juga. Kebersamaan selama disana membuat Miley dan Travis saling jatuh cinta! Ada satu quote bagus yang ada di film ini :

Life's a climb ... but the view is great.

Penasaran? Nonton aja, masih ada koq di bioskop, atau beli DVD aja. Hehe.. Ga terlalu jelek koq filmnya, ga seperti bayangan saya di awal. Kirain bakal jelek banget gitu, ternyata ngga. Yaaaaaaaa..lumayan aja deh. Ohh iya kalau kamu tanya sehabis nonton film ini saya jadi suka Miley Cyrus atau ngga, jawabannya : tetep NGGAK tuh! Hehehe..

May 6, 2009

REVIEW: HOTEL FOR DOGS






































"Welcome to the lost dogs!"

Great family movie! Lucu banget lho semua doggy disini, dijamin bakal bikin kamu bergumam 'awwww soooo sweettttt'.. Hahaha.. Ceritanya tentang kakak beradik yatim piatu Andi (Emma Roberts) dan Bruce (Jake T. Austin) yang selama ini selalu berpindah dari satu keluarga angkat ke keluarga angkat lainnya. Mereka dibantu oleh seorang pekerja sosial bernama Bernie (Don Cheadle) yang sayang pada mereka dan selalu membantu mereka untuk mendapatkan orang tua asuh yang ideal. Andi dan Bruce tidak hanya berdua, mereka selalu ditemani oleh seekor anjing lucu-bandel-tapi pintar, Friday. Terakhir Andi dan Bruce tinggal di rumah keluarga Scudder yang sangat menyebalkan dan pelit, kerja mereka sehari" hanya menyanyi tidak karuan. Selama ini Andi dan Bruce pun selalu menyembunyikan Friday, karena keluarga angkat mereka tidak suka memelihara anjing. Akhirnya karena kebingungan mencari tempat tinggal untuk Friday, secara tidak sengaja mereka berdua menemukan sebuah hotel tua yang sudah lama tidak dipergunakan lagi. Ternyata di dalam hotel tersebut sudah tinggal dua ekor anjing liar. Dengan dibantu oleh teman baru mereka, Dave (Johnny Simmons) dan Heather (Kyla Pratt), serta Mark (Troy Yahudi), mereka berlima pun akhirnya mengubah hotel tua tersebut menjadi tempat penampungan bagi anjing" liar. Kalau dari segi cerita yaa memang klise. Tapi tontonan ini cocok sekali untuk dijadikan hiburan kamu, ga perlu mikir nontonnya. Saya jamin kamu bakal terhibur sekali melihat aksi" para anjing pintar yang ada di film ini. Apalagi kalau kamu sekalian ajak adik dan ponakan kamu yang masih kecil, wahh dijamin habis nonton film ini mereka bakal langsung merengek mau memelihara anjing. Hihi.. Have fun watching yaa guys.. :)