November 30, 2008

REVIEW: TWILIGHT







































"I know what you are. You're impossibly fast. And strong. Your skin is pale white, and ice cold. Your eyes change colour and you never eat or come out into the sun."

Fiuhh..akhirnya saya nonton Twilight juga! Setelah tadi perjuangannya panjang bangetttt.. Jem 4 sore uda nyampe EX rencana pengen nonton Premiere, mau beli tiket dulu takut ga kebagian kalo kemaleman, taunya uda FULL! Yaudah nonton yang biasa aja deh, taunyaaaaa..tinggal baris paling depan!!! WHAATTTT?? Padahal itu film buat midnight dan mainnya tuh 2 theater gitu, ckckck.. Akhirnya saya dengan segala usaha telepon ke 108 untuk nanya nomor telepon Premiere di tempat lain.. Semua saya teleponin satu", dan tau apaaaaaaaaaaa..SEMUA KATANYA FULL!!! Gilaaaaaaaa bangetttttt daaaaahhhhhh..mulai dari telepon ke PS, Sency, sampe ke PIM semuanya penuh.. Sampe naik darah tadi, mau nonton aja koq segitu susahnya.. Akhirnya cari ke bioskop kecil aja deh, ke Artha Gading (nasipppp nasipppp), untungnya dapet! Karena saya tau bakalan rame banget, saya sampe beli 4 tiket (padahal nontonnya cuma berdua), supaya kiri kanan ga ada yang ganggu.. Hihi.. *segitunya* Well, saya ga perlu kasih sinopsisnya lagi yaa, soalnya kemaren uda pernah saya bahas.. Jadi sekarang langsung ke reviewnya aja.. Hmm..menurut saya Twilight mengecewakan! Kalo dibandingin sama novelnya sih bagus novel kemana". . . Padahal ini salah satu film yang udah saya tunggu banget dari beberapa bulan lalu lho! Gara" kesengsem berat sama novelnya dan jatuh cinta sama Edward Cullen, bikin saya tambah ga sabar banget buat nonton filmnya.. Berharap banget kalo visualisasinya bakal bagusssss.. Ternyata biasa aja.. Saya heran kenapa Robert Pattinson yang meranin Edward Cullen kesannya harus berlebihan gitu, dari mulai lipstik yang kemerahan sampe ekspresinya yang kadang aneh bikin saya jadi kurang sregg.. Btw, buat yang belum baca novelnya ga saya saranin buat nonton film ini, karena yang ada takutnya nanti malah ga ngerti jalan ceritanya.. Soalnya ceritanya tuh banyak banget yang dipotong dari novel.. Saya aja yang udah baca novelnya masih ngerasa banyak kekurangan, kesannya kayak diburu"in gitu.. Tapi saya juga maklum, bikin film adaptasi dari novel memang susah banget! Jadi yaaaaa..saya sebagai yang termasuk fans berat Twilight berusaha buat ikhlas aja.. Semoga aja sekuelnya 2010 nanti 'NEW MOON' bakal lebih bagus dari yang ini.

Berikut komentar teman" di luar negri tentang Twilight :
* I enjoyed it, thought it was 'fun' but know that it wasn't a very well made movie. I think only a fan of the books could like it.
* I can't imagine seeing Twilight from a non-reader's perspective. Was it the best book-to-film movie? No, not even close.
* Don't spend your time comparing it to the book. If you just sit there comparing the book and the movie, you'll take the fun out of the movie itself. I do understand why they made a few changes to please some of the moviegoers who haven't read the book. I loved how they interpreted the book. I understand that it was a teen movie so of course there was a little cheesiness at times.
* Having not read the book and going to the theater open-minded and with a few friends who had read the book, I figured I was in for a good night. Unfortunately, all I got were a few yawns and popcorn stuck to my shoes. My recommendation: if you've read the book, go see it and I'm hoping its better that way, but if you haven't read the book, stay away and find a better use of a night out.
* To be honest, I was extremely disappointed with the way this movie turned out. The hype for it was monumental and I am a die-hard fan of the series myself so I expected a lot from it. I'm still in shock with how fantastically horrible it turned out.

(sumber : www.slashfilm.com)

November 28, 2008

REVIEW: VALKYRIE




































"Many saw evil. They dared to stop it."

Banyak yang menyebut Valkyrie sebagai proyek terbesar tahun ini. Dengan dana berlimpah dan persiapan yang matang, meski banyak kendala serta tarik ulurnya tanggal rilis, akhirnya Valkyrie siap tayang Desember ini. Valkyrie bersama The Day The Earth Stood Still saya rasa akan menutup akhir tahun 2008 dengan cemerlang. Film ini berseting di era PD II, menggambarkan sosok para pejuang anti Nazi dalam militer Jerman dengan usaha untuk menggulingkan Adolf Hitler (David Bamber). Berbagai macam cara mereka lakukan agar dapat membunuh Hitler, salah satunya dengan Operasi Valkyrie. Stauffenberg (Tom Cruise) adalah seorang perwira Jerman yang memiliki ideologi berbeda dengan rekan" prajurit yang lainnya. Lahir dari keluarga kaya, terhormat, dan penganut Katolik yang taat, fasisme dan ajaran Nazi sangat bertolak belakang dengan agama serta pandangan pribadinya. Sejak tahun 1942 ia secara aktif berperan dalam usaha" pembunuhan Hitler yang selalu berujung kegagalan. Lalu ia kemudian ditimpa musibah besar saat bertugas di Afrika yang membuatnya harus kehilangan mata kiri serta tujuh buah jari tangannya. Namun hal tersebut sama sekali tidak membuatnya putus asa, ia malah merencanakan Operasi Valkyrie. Operasi ini terdiri dua tahap, pertama pembunuhan Hitler dengan menempatkan bom di kakinya, yang kedua mengambil alih pemerintahan serta membubarkan Gestapo dan SS. Rencana pembunuhan Hitler merupakan tugas yang maha sulit karena sang diktaktor selalu dikawal puluhan pengawal, selain itu pergerakannya juga sangat 'unpredictable'. Akhirnya, tanggal 20 Juli kesempatan tersebut datang dan menjadi legenda hingga kini. Buat kamu yang menyukai film" sejarah dan perang disarankan untuk menonton film ini. Well, buat yang ga suka genre seperti itu boleh nonton juga koq, at least pemeran utamanya Tom Cruise. Lumayan khan lihat Tom dengan mata satu dan tiga jari. Hehe. . .

November 26, 2008

REVIEW: MILK







































"His life changed history. His courage changed lives."

I loveeeeee Sean Penn! Lama tidak terlihat tiba" aktor multi-talenta yang dulu pernah berperan cemerlang dengan keterbelakangan mental dalam film 'I am Sam', sekarang bermain di film kontroversial berjudul Milk. Film ini diambil dari kisah nyata Harvey Milk yang merupakan seorang Gay. Dimana pada masa itu Gay masih dianggap tabu bagi masyarakat. Film ini bercerita tentang, setelah ia pindah ke San Fransisco, Harvey Milk berhasil menjadi aktivis Gay dan politisi di kota tersebut. Setelah bersusah payah akhirnya pada tahun 1977 Milk berhasil menjadi Gay pertama yang menduduki kantor publik di Amerika Serikat. Namun pada tahun berikutnya, ia dan walikota, George Moscone, ditembak mati oleh mantan supervisor kota, Dan White, karena suatu alasan. Kisah hidup Harvey Milk sendiri telah banyak dijadikan buku dan pernah memenangkan Academy Awards untuk kategori film dokumenter terbaik dengan judul The Times of Harvey Milk (1984). Tapi kali ini film Milk adalah film pertama yang menampilkan seluruh sisi kehidupan Harvey, mulai dari pribadi dan karir politik. Film Milk berlokasi di San Fransisco. Banyak teman" Harvey Milk semasa hidup yang turut berpartisipasi dalam film ini, bahkan beberapa muncul di dalam filmnya. Terlebih lagi James Franco (yang belum lama saya bahas dalam film Fly Boys) juga turut bermain dalam film ini. Kolaborasi Sean Penn dan James Franco saya rasa akan menjadi salah satu faktor kesuksesan film ini, Sean Penn adalah aktor peraih piala Oscar dan James Franco adalah aktor muda berbakat. Duo Penn dan Franco bermain sangat sangat baik dalam film ini! Well, meskipun tema film ini mungkin tergolong kategori yang tidak biasa, namun saya yakin kita sebagai masyarakat modern pasti mengerti dengan situasi ini. Buktinya Brokeback Mountain yang juga bertema tentang kaum Gay berhasil membuat kita berdecak kagum khan? Last but not least, I think Sean Penn should win Oscar (again) for his role in this movie!

November 25, 2008

REVIEW: VOW OF DEATH (ผีไม้จิ้มฟัน)






































Hey hoo . . saya baru pulang habis nonton di Blitzmegaplex - Mall Of Indonesia nih! Tadi saya iseng nonton film Thailand yang judulnya Vow of Death. Ceritanya tentang 4 orang anak muda, Ake, Wan, Dan, dan Moe yang berdoa memohon agar lulus ujian di sebuah pohon keramat yang dipercaya dapat mengabulkan keinginan apapun. Mereka menjanjikan sesajen kepada penunggu pohon tersebut, jikalau keinginan mereka dikabulkan. Akan tetapi mereka pada akhirnya lupa pada janjinya itu. Setelah kejadian" aneh mereka alami, mereka baru ingat tentang janji mereka, lalu mereka pun bergegas untuk memberikan sesajen. Dasar memang nasib mereka sedang sial, ternyata pohon tersebut telah ditebang dan dijadikan tusuk gigi! Alhasil, mereka harus berjuang mengumpulkan tusuk gigi yang dibuat dari pohon keramat itu satu persatu. Eitsss . . ini bukan film horor yang seram lho! Tapi film ini tuh lucuuuuu! Ada beberapa bagian di film ini yang bikin saya ketawa ngakak! =) Buat yang lagi bosen trus bingung mau nonton apa, boleh deh coba nonton film ini di Blitz atau cari aja dvdnya atau nonton aja di youtube, hehe.. Btw, biarpun ini bukan film baru (2007), tapi saya jamin kamu pasti ketawa koq!

November 24, 2008

REVIEW: CITY OF EMBER




































"Discover the secret"

Ember adalah kota dibawah tanah yang sudah dibangun selama 200 tahun. Kota ini dibangun untuk menghindari kemusnahan manusia. Para pembangunnya telah meninggalkan instruksi berupa kotak rahasia kepada walikota Ember yang harus diwariskan kepada walikota berikutnya dan seterusnya. Kotak rahasia tersebut berisi instruksi untuk keluar dari kota Ember, apabila suatu saat terjadi hal yang tidak diinginkan disana. Namun nasib berkata lain, kotak tersebut terputus pada saat berada di tangan walikota yang ketujuh. Alhasil, masyarakat Ember tidak tahu menahu bahwa mereka bisa keluar dari kota tersebut. Waktu 200 tahun telah berlalu, daya listrik yang berasal dari generator besar di kota Ember pun hampir habis. Lina Mayfleet (Saoirse Ronan) dan Doon Harrow (Harry Threadaway) adalah dua anak muda kota Ember yang berusaha mencari jalan keluar, mereka tidak mau hidup dalam kegelapan karena mereka tahu bahwa generator sudah benar" akan rusak. Di lain pihak, walikota Ember pada tahun ini adalah orang yang tamak, rakus, dan mementingkan diri sendiri. Film ini diangkat dari novel terkenal karya Jeanne Duprau. Banyak pihak mengatakan bahwa film ini tidak sebagus novelnya. Namun, ini adalah hal yang wajar sekali mengingat film yang diangkat dari novel kebanyakan pasti tidak sebagus novelnya. Overall, film ini biasa" saja, dari awal sampai akhir kita hanya disuguhkan cara" untuk keluar dari Ember. Di akhir cerita saya bertanya dalam hati, "Keluar aja koq ribet amat yahh??" Hahaha..