November 14, 2009

MAU MAJALAH TOTAL FILM GRATIS?





















Silahkan jawab pertanyaan dibawah dengan cara menuliskan comment di postingan ini, berikut nama dan alamat email kamu. Tersedia satu buah majalah TOTAL FILM Indonesia edisi perdana bulan November (baru, bukan bekas) secara GRATIS dari Jagoan Movies dan akan dikirim sampai ke rumah kamu.


Pertanyaan : Kenapa saya harus memberikan majalah ini untuk kamu? Berikan alasan terkocak dan tergokil!

Jawaban paling lambat ditunggu sampai hari Minggu, 15 November 2009, tengah malam. Lumayan bangettttt, harga majalahnya kalau kamu beli IDR 37.000,- lho!

November 11, 2009

REVIEW: ASTRO BOY


"Build for Adventure"


Tadinya saya pikir film animasi Astro Boy akan jelek dansaya juga tidak tertarik sama sekali untuk nonton.Ternyata banyak teman saya yang bilang kalau film inibagus. Saya jadi tertarik dong, apalagi kemarin kebetulan rumahsaya sedang terkena pemadaman listrik bergilir, jadi ngadem dehdi bioskop nonton Astro Boy. Ceritanya simple, enak diikuti, dan saya jamin akan jadi tontonan favorit keluargakhususnya anak-anak. Tidak istimewa memang, tapi tetap better than I expected. Dibuka dengan cerita dimana Metro City adalah kota di masa depan yang sangat modern, terletak melayang diatas daratan. Disana semua serba dikerjakanoleh robot-robot canggih, dari mulai membantu pekerjaan rumah tangga, mengasuh anak, mengatur lalu lintas, dan lain-lain. Dibalik semua kecanggihan itu adalah Dr. Tenma (Nicholas Cage), ia adalah seorang ilmuwan canggih yang menciptakan robot-robot di Metro City. Dr. Tenma mempunyai seorang anak lelaki bernama Toby (Freddie Highmore) yang juga sangat cerdas dan tertarik dengan robot. Lalu seorang temannya yang sesama penemu bernama Dr. Elefun (Bill Nighy) berhasil menciptakan inovasi baru dalam dunia per-robot-an bernama blue core dan red core,dimana blue core berisikan kekuatan baik dan red core berisikan kekuatan jahat. Tidak disengaja, Toby meninggal karena diserang robot jahat yang berisikan red core. Karena sedih dan tidak rela kehilangan sang anak, Dr. Tenma lalu menciptakan robot canggih yang sama persis seperti wujud anaknya. Bahkan robot tersebut ditanamkan DNA dan memori ingatan Toby. Sehingga semuabagian tubuhnya mulai dari ujung rambut hingga ujung kaki sangat serupa dengan mendiang sang anak. Robot tersebut pun dihidupkan dengan cara dimasukkan blue core atau energi baik didalamnya. Namun selang beberapa saat Dr. Tenma menyadari bahwa robot buatannya ini mempunyai sifat berbeda denganToby, lalu ia berencana membuangnya. Toby yang mengetahui semua ini kemudian bingung dan sedih, lalu berusaha mencari tempat lain yang layak untuk ia tempati.Tonton saja guys, lumayan enak ditonton koq! Apalagi kalau kamu ajak adik atau sepupu kamu, dijamin mereka pasti bakal ngefans sama Astro Boy! Hehe.. :)

November 7, 2009

REVIEW: CLOUDY WITH A CHANCE OF MEATBALLS 3D






































"You may have seen a meteor shower, but I bet you've never seen a shower "meatier" than this."

Rasanya saya terlambat yaa review tentang Cloudy with a Chance of Meatballs ini, tapi lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali bukan? *halah* Terus terang saya kurang tertarik dengan trailernya dan animasi non-pixar. Hehehe.. Tapi berhubung beberapa teman saya bilang kalau filmnya lumayan bagus, yowes deh akhirnya saya memutuskan untuk coba nonton. Kebetulan saya dapat 2 tiket gratis nonton di Gading XXI (bebas boleh film apa saja) dari Fashionese Daily. Thanks FD!! Saya nonton yang 3D, mumpung gratis pilih yang paling mahal dong. Hehe.. Ceritanya tentang Flint Lockwood (Bill Hader) yang sedari kecil sudah memiliki cita-cita menjadi seorang penemu. Waktu kecil sampai beranjak dewasa Flint telah banyak menciptakan beberapa barang yang 'ajaib', namun sayangnya belum ada satupun yang bisa membuatnya terkenal. Ibunya sangat mendukung cita-cita Flint tersebut, dilain pihak sang ayah malah pesimis dengan hal itu. Ada satu hal yang sangat diidamkan Flint, yaitu menciptakan sebuah alat yang dapat merubah air menjadi makanan apapun yang kita inginkan. WOW! Keren sekali yaa? Flint berniat untuk membuat warga tempat tinggalnya menjadi senang dan tidak hanya bergantung pada satu-satunya mata pencaharian yang ada disana yaitu berjualan ikan sarden. Lalu dengan cara yang tidak terlalu mulus, akhirnya alat tersebut berhasil! Makanan pun mulai berjatuhan dari langit, para warga juga boleh meminta makanan yang mereka inginkan. Beruntungnya Flint, seorang reporter ramalan cuaca di televisi bernama Sam Sparks (Anna Faris) yang sedang bertugas di daerah tempat tinggalnya turut menikmati hujan makanan itu, lalu menyiarkannya di televisi. Seketika, Flint menjadi terkenal dan walikota disana pun berencana agar membuat wilayah itu menjadi tujuan turis mancanegara. Apa semua bisa berjalan lancar? Tentu tidak. Silahkan ditonton sendiri guys.. Hihi.. Menurut saya filmnya sendiri enak untuk ditonton, leluconnya juga lumayan lucu, dan ada nilai moral yang terselip dalam film ini. Yang pasti menonton film ini sukses membuat saya lapar! Yaa..sangat cocok untuk tontonan semua orang khususnya keluarga. :)




November 1, 2009

REVIEW: SORORITY ROW






































"Sisters for life ... and death."

Halloween kemarin pada kemana guys? Saya seperti biasa cuma dihabiskan di bioskop, tadinya pengen midnight nonton Astro Boy (katanya sih bagus) atau Halloween 2 (biar pas sama hari hehe), tapi koq kemaleman banget, yaudah akhirnya pilihan jatuh ke Sorority Row. Ini juga terpaksa mau karena pacar saya yang maksa pengen nonton gara-gara liat posternya yang 'eye-candy' abis. Hehe.. So, I had no expectations going into this movie but then I was pleasantly surprised at how entertaining it really was. It's typical of teenage slasher film, this film is nothing original, but I must admit that Sorority Row is surprisingly fun slasher flick. Ceritanya lumayan asik untuk diikuti dari awal sampai akhir, cara membunuhnya juga asik, tapi sayang menurut saya film ini bad ending. Sorority Row sendiri bercerita tentang geng Theta Pi, yang beranggotakan sekelompok perempuan muda. Mereka lalu terlibat dalam suatu masalah karena secara tidak sengaja salah seorang teman mereka terbunuh. Mereka pun lalu menutupi kejadian ini dan berencana tidak akan membocorkan pada siapapun karena mereka takut akan dilaporkan kepada polisi dan akan membuat hidup mereka berantakan. Selang beberapa bulan, hidup mereka baik-baik saja, sampai pada hari kelulusan tiba-tiba mereka semua yang terlibat mendapatkan terror menakutkan. Satu persatu mulai dibunuh dengan sadis. Ulah siapakah ini? Silahkan ditonton sendiri guys.. Hehe.. Menurut saya ini jauh lebih bagus dibanding film sejenisnya Black Christmas (2006) atau Prom Night (2008). Sorority Row has a typical slasher film setup, some hokey dialog, and the usual MTV-style direction, but it manages to build some good suspense and action throughout its interesting plot. Also it has some effectively funny moments of dark humor. In addition there's some flashes of nudity thrown in along with some inventive and bloody murder scenes. This film is more than pleased me since I wasn't expecting much. Dari review yang saya baca, remake film Sorority Row ini lebih bagus dibanding pendahulunya, The House on Sorority Row (1983). Well, lumayan deh untuk ditonton, menghibur, apalagi ada nilai tambah untuk para cowok, dijamin mata jadi seger. Jangan mengharapkan lebih dari film ini, tonton saja dan enjoy.. HAPPY SUNDAY!!! :) :) :)




October 30, 2009

REVIEW: THIS IS IT






































"Like You've Never Seen Him Before"

Forget everything you think you know about Michael Jackson. Forget the scandals, the surgeries, the rumors, the mysteries. Just let it all go and admit that Michael Jackson was the greatest entertainer in the history of mankind. I went to see this movie as a non-Michael Jackson fan with absolutely no expectations. Terus terang saya bukan fans MJ, tapi saya tahu lagu-lagunya, tahu seberapa terkenalnya dia, dan tahu betapa banyak penggemarnya yang tersebar di seluruh pelosok dunia. He is a legend, don't ask me why. This Is It menurut saya berhasil memuaskan para fans maupun non-fans MJ untuk terakhir kalinya. Dari awal film sampai akhir kita disuguhkan lagu-lagu dan tarian yang bergitu mempesona, diselingi wawancara orang-orang yang terlibat dalam pembuatan konser ini. The song, the dance, the perfomance was AWESOME! I was completely blown away and entertained from beginning to end. His voice and his dance moves are top form and timeless. A consummate artist, a perfectionist, and a visionary. The film is overflowed with his energy, passion, and dedication. Sedih juga yaa MJ udah ga ada lagi, entah kapan ada orang yang bisa sehebat dia. Saya rasa mungkin ga akan ada yang bisa menandingi pesona MJ, suaranya, tariannya, sensasi kehidupannya, dll. Dengan melihat film ini kita jadi tahu kenapa MJ bisa seterkenal sekarang, dia sangat amat perfeksionis. Dia benar-benar tau apa yang dia mau. Hebat! There was so much creativity, sweetness, professionalism, understanding, effort, energy in this film. The professionalism and patience of Kenny Ortega (the producer) was outstanding, he was perfect for this whole production, the cast was phenomenal (especially all the dancers and that female guitarist, she rocks!), MJ was awesome. Come on! 50 years old and dancing, singing like that? Absolutely amazing. This is a must-see for every MJ fan and even non-fans to understand why he was so popular and deserved every bit of the title King of the Pop. He did really give us a final precious work, "this is it"...